Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/06/2013, 12:17 WIB
EditorLatief

Seiring banyaknya tempat wisata, produk hotel dan apartemen di Bali kini semakin bertumbuhan sehingga peta persaingan bisnis properti pun menjadi kian ketat. Terbukti, tahun ini tidak hanya Binakarya Propertindo Group yang melirik Bali sebagai lahan investasi bisnis propertinya.

Graha Cemerlang Group, misalnya, melalui anak perusahaannya, PT Danau Winata Indah, menjalin kerjasama dengan Minor Hotel Group yang berbasis di Thailand untuk mengelola hotel, kondominium hotel (kondotel), dan apartemen di proyek terpadu (mixed use) Nusa Dua Circle di Jl I Gusti Ngurah Rai, Bali. Proyek tersebut dibangun bersebelahan dengan monumen bersejarah Margarana.

Presiden Direktur PT Danau Winata Indah Linda Setyowati Martioso mengakui, kesepakatan kerjasama itu terjadi selain karena pertimbangan reputasi juga kesamaan visi untuk menggali potensi bisnis properti di Bali. Ia memaparkan, nilai proyek Nusa Dua Circle yang dibangun di atas lahan seluas 3.23 hektar dengan luas bangunan 85.075 meter persegi itu hampir mencapai Rp 2 triliun.

"Karena potensi Bali jelas masih sangat menjanjikan sebagai salah satu destinasi wisata menarik di dunia. Kami ingin menambah portofolio dengan lokasi yang tepat, terutama di semua pusat daerah berkunjungnya wisatawan Bali, salah satunya Nusa Dua," ujar Linda kepada Kompas.com, Jumat (31/5/2013).

Sementara itu, di kawasan Seminyak, Bali, PT Bali Ayu Tulip juga tengah merancang pembangunan apartemen dan hotel Nismara. Untuk investasi di proyek ini, Bali Ayu Tulit merogoh kocek sebesar Rp 120 miliar.

"Kami juga ingin turut mencicipi keuntungan bisnis ini di Bali, sekaligus memajukan Bali sebagai daerah tujuan utama wisata global setelah didasari riset pasar kami belakangan ini," ujar Eddy Arifin, CEO Ear's Corp dan Direktur Utama PT Bali Ayu Tulip.

Untuk itulah, kata Eddy, dibangun tak jauh dari kawasan pusat gaya hidup Petitenget, Seminyak, Nismara diharapkan bisa menggaet pasar kelas atas baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk proyek ini, pihaknya merogoh kocek untuk investasinya sebesar Rp 120 miliar.

"Selama produk-produknya inovatif, kami yakin mampu diterima dengan baik oleh pasar," kata Eddy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+