Kompas.com - 15/03/2015, 21:38 WIB
Kawasan bisnis terpadu, CBD Sudirman, Jakarta Pusat. KOMPAS.com/RAMKawasan bisnis terpadu, CBD Sudirman, Jakarta Pusat.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan Jl MH Thamrin. Bukan pula Jl Jendral Gatot Subroto atau Jl HR Rasuna Said. Lokasi bisnis nomor satu di Jakarta, bahkan di Indonesia, adalah kawasan bisnis terpadu atau central business district (CBD) Sudirman.

Betapa tidak, harga pasar untuk lahan dan propertinya merupakan termahal, dan paling diincar. Tidak saja oleh para investor, dan pengembang papan atas nasional, melainkan juga asal mancanegara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak keliru bila Vice President Director Sahid Group, Haryadi B Sukamdani mengungkapkan harga pasar lahan di Jl Jenderal Sudirman yang hanya sepelemparan tombak dari CBD Sudirman saja saat ini sudah menembus angka Rp 120 juta meter persegi. 

"Untungnya, kami sudah memiliki lahan di kawasan premium ini sejak lama. Dengan luas lahan 5,5 hektar, kami bisa mengembangkan superblok Sahid City. Sekarang, dengan harga lahan selangit, sudah tak mungkin lagi nyari, karena barangnya tidak ada. Kalau pun ada sudah mencapai Rp 120 juta per meter persegi," papar Haryadi kepada Kompas.com, Sabtu (14/3/2015). 

Semahal apa harga pasar lahan di CBD Sudirman?

Member Broker Century21 Indonesia, Ali Hanafia, mengatakan, harga pasar lahan di CBD Sudirman sekitar Rp 260 juta hingga Rp 300 juta per meter persegi. Transaksi terakhir terjadi pada tahun 2010, saat naga properti asal Hongkong, Li Ka-shing, membeli lahan di kawasan superblok yang dikembangkan PT Danayasa Arthatama seluas 1 hektar.

"Mereka membeli dengan nilai 20.000 dollar AS per meter persegi. Saat itu kurs dollar AS masih Rp 10.000. Itu artinya Li Ka-shing membayar Rp 200 juta per meter persegi atau total Rp 2 triliun," tutur Ali saat dihubungi Kompas.com, Ahad (15/3/2015).

Ali menambahkan, lokasi lahan yang dibeli taipan terkaya Tiongkok pendiri Cheung Kong Holdings tersebut, berada di sebelah Driving Range CBD Sudirman, atau persis di depan proyek District 8 dan Langham Hotel.

"Mereka akan membangun perkantoran premium," cetus Ali.

Sementara untuk harga properti di CBD Sudirman, menurut Ali sudah berada pada level Rp 80 juta hingga Rp 100 juta per meter persegi. Saat Ali memasarkan perkantoran District 8 dua tahun lalu, harga transaksi mencapai Rp 60 juta-Rp 70 juta per meter persegi. Sedangkan untuk apartemen Langham sekitar Rp 71 juta-Rp 72 juta per meter persegi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.