Bangun 159 Hotel, Indonesia Nomor Dua di Asia

Kompas.com - 18/02/2015, 13:45 WIB
Hotel The Ritz-Carlton Nusa Dua, Bali. the ritz carlton baliHotel The Ritz-Carlton Nusa Dua, Bali.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Selama Januari 2015, Indonesia membangun sebanyak 28.652 kamar dalam 159 hotel. Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai negara kedua terbanyak di Asia dalam pengembangan hotel.

Posisi teratas ditempati Tiongkok dengan 140.952 kamar dalam 460 hotel. Menyusul kemudian setelah Tiongkok, dan Indonesia, adalah India dengan 161 hotel sebanyak 26.444 kamar, Malaysia dengan 11.885 kamar dalam 43 hotel.

Sementara Jepang, dan Filipina berada di peringkat berikutnya dengan masing-masing 6.851 kamar dalam 29 hotel, dan 6.777 kamar dalam 24 hotel.

Dengan demikian, menurut riset STR Global, lembaga penyedia data hotel internasional, terdapat 542.2017 kamar dari 2.400 hotel dalam pipa pengembangan di seluruh kawasan Asia Pasifik.

Total hotel dalam pipa pengembangan tersebut meliputi proyek-proyek dalam tahap konstruksi, perencanaan final, dan perencanaan untuk dikembangkan.

"Namun, riset ini tidak memasukkan proyek-proyek perencanaan yang belum dikonfirmasi," tutur Managing Director Elizabeth Winkle, dalam keterangan tertulis yang dikirimkan melalui surel kepada Kompas.com, Selasa (17/2/2015)..

Indonesia dengan acuan Jadebotabek (Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi), dan Bali sebagai pasar perhotelan utama, semakin dibidik jaringan operator internasional.

Menurut Cushman and Wakefield, hingga akhir Desember 2014, hotel baru yang beroperasi di Jakarta termasuk Double Tree by Hilton, Holiday Inn Express Thamrin Jakarta, Santika Jakarta Kelapa Gading, dan Best Western Grand Palace Kemayoran. Total jumlah kamar hotel-hotel tersebut sebanyak 3.900 unit.

Meskipun hotel skala menengah mendominasi, namun hotel kelas atas dan mewah menunjukkan signifikansi pertumbuhan. Termasuk pembukaan Fairmont Jakarta, Raffles Jakarta, Westin, Rosewood dan Waldorf Astoria, tahun ini hingga tiga tahun ke depan.

Demikian halnya dengan pasokan untuk pasar Bali yang terus konsisten menguat, kendati terus dirundung masalah lingkungan, dan pembangunan yang tak terkendali terutama di sepanjang pantai selatan.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X