Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/08/2013, 18:46 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Defisit pasok hunian yang terjadi di Jakarta dan beberapa kota lainnya di Indonesia, secara umum mendorong terjadinya kenaikan harga (achieved price) dengan besaran beragam. Khusus di Jakarta, pasok hunian yang ada, sekitar 90.000 unit tak sanggup memenuhi permintaan yang terus meningkat dari populasi sejumlah 20 juta jiwa.

Akselerasi harga ini, menurut Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, Anton Sitorus, telah mengubah peta kategori kelas hunian. "Selain keterbatasan pasok dan bertumbuhnya permintaan baik dari end user maupun investor, kenaikan harga juga ditunjang oleh melesatnya harga lahan di dalam kota, khususnya di lokasi-lokasi strategis," ujar Anton kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Untuk hunian kelas bawah, akselerasi harga sebesar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta menjadi Rp 12 juta-Rp 13 juta per meter persegi. Bila diukur berdasarkan dimensi bangunan terkecil 21 meter persegi, maka harga jual bisa menembus angka Rp 252 juta-Rp 315 juta per unit. Sedangkan dimensi bangunan terluas 60 meter persegi, akan mencapai Rp 720 juta-Rp 780 juta per unit.

"Jadi, jika beberapa tahun lalu rumah dengan harga jual Rp 250 juta-Rp 700 juta masuk kategori kelas menengah, kini mengalami degradasi menjadi hunian kelas bawah," imbuh Anton.

Perubahan signifikan juga terjadi pada hunian kelas menengah. Bila tahun lalu dipatok sekitar Rp 15 juta per meter persegi, kini sudah berada pada level Rp 20 juta per meter persegi. Dengan demikian, hunian menengah berukuran terkecil 70 meter persegi mencapai harga Rp 1,4 miliar per unit.

"Saat ini para pengembang menyasar kelas menengah karena pasarnya paling gemuk. Dan hunian kelas menengah inilah yang mudah diserap pasar. Untuk saat ini, dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan daya beli meningkat, hunian yang dibanderol sekitar Rp 1 miliar justru affodable bagi kalangan kelas menengah. Pengembang pun beralih ke pasar ini," jelas Anton.

Sedangkan harga hunian kelas atas melesat menjadi rerata Rp 30 juta per meter persegi. Padahal tahun lalu masih berada pada level Rp 20 juta per meter persegi. Angka lebih tinggi, dicapai rumah kelas mewah. JLL mematok batasan Rp 35 juta per meter persegi. Silakan dihitung, berapa harga jual per unitnya, bila hunian tersebut berada di lokasi premium dengan luas bangunan di atas 200 meter persegi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+