Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Menghitung Kenaikan Harga Apartemen Pasca MRT Beroperasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Beroperasinya Moda Raya Terpadu (MRT) diyakini akan mendorong kenaikan harga apartemen di sepanjang koridor yang dilalui. Terutama, untuk apartemen yang lokasinya tak jauh dari stasiun MRT.

"Kita melihat ada potensi kenaikan yang tinggi. Tetapi sekarang belum kelihatan," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Kenaikan itu, imbuh dia, terjadi seiring peningkatan jumlah penumpang moda transportasi berbasis rel tersebut.

Pada tahun pertama MRT beroperasi, PT MRT Jakarta menargetkan jumlah penumpang mencapai 65.000 per hari.

Secara berkala jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga 130.000 penumpang per hari pada tahun keempat moda transportasi itu beroperasi.

Kendati diprediksi naik, Ferry mengaku, belum dapat menghitung seberapa besar peningkatan harganya.

"Tapi yang jelas nanti kalau ada kenaikan traffic, impact-nya akan tinggi. Ini baru bicara MRT, belum bicara LRT," ujarnya.

Ia menambahkan, ketika kondisi makro ekonomi pasca-Pemilu 2019 semakin membaik dan MRT atau LRT beroperasi, diperkirakan harga apartemen di Jakarta akan naik pada kisaran 5-6 persen pada 2021.

Saat ini, harga apartemen berada pada kisaran Rp 34,1 juta per meter persegi. Bila mengacu pada prediksi tersebut, maka harga apartemen diperkirakan akan tumbuh menjadi Rp 37,5 juta per meter persegi pada 2021.

https://properti.kompas.com/read/2019/04/02/204617121/menghitung-kenaikan-harga-apartemen-pasca-mrt-beroperasi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke