Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dana Rp 1,062 Triliun Buat Infrastruktur Food Estate Sumatera Utara

Kompas.com, 28 Oktober 2020, 20:14 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran Rp 1,062 triliun untuk pembangunan infrastruktur yang mendukung pengembangan food estate di Sumatera Utara.

Pembangunan infrastruktur ini dilakukan secara bertahap mulai 2020-2023 meliputi Bidang Sumber Daya Air dengan total anggaran Rp 406,9 miliar dan konektivitas atau jalan akses sebesar Rp 619,1 miliar.

Untuk diketahui, lahan potensial pengembangan food estate di Sumatera Utara seluas 60.000 hektar membentang di empat kabupaten yakni Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Pakpak Bharat.

Sebagai tahap awal pembagunan, food estate seluas 30.000 hektar digunakan untuk tanaman holtikultura seperti kentang, bawang merah, dan bawang putih.

Baca juga: Lahan Food Estate di Kalteng Bakal Ditanami Padi dan Singkong

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan kunci dari program pengembangan food estate adalah ketersediaan air untuk irigasi, bersamaan dengan teknologi pertaniannya.

Sinergi perencanaan infrastruktur irigasi dan pertanian yang dilakukan antara Kementerian PUPR bersama Kementan bertujuan untuk mengembangkan food estate yang modern dan terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Kami memang fokusnya untuk menyiapkan food estate yang modern, sehingga nantinya tidak hanya dimanfaatkan saat produksi tetapi juga pasca produksi,” kata Basuki dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2020).

Tahun Anggaran (TA) 2020, anggaran infrastruktur SDA sebesar Rp 17,7 miliar digunakan untuk penyediaan reservoir air baku untuk lahan hortikultura seluas 200 hektar senilai Rp 15 miliar.

Kemudian, Survei Investigasi Desain (SID) air baku untuk Blok 2 seluas 1.000 hektar senilai Rp 1,5 miliar dan SID penyediaan irigasi hortikultura seluas 30.000 hektar senilai Rp 1,2 miliar.

Selanjutnya, TA 2021 meliputi lanjutan SID penyediaan irigasi hortikultura seluas 30.000 hektar dan penyediaan air baku bagi 1.000 hektar lahan hortikultura dengan anggaran Rp 126,2 miliar.

Untuk TA 2022 dan 2023 dikerjakan pengembangan jaringan irigasi hortikultura dengan anggaran Rp 263 miliar untuk lahan seluas 30.000 hektar.

Tahun Anggaran (TA) 2020, anggaran infrastruktur SDA sebesar Rp 17,7 miliar digunakan untuk penyediaan reservoir air baku untuk lahan hortikultura seluas 200 hektar senilai Rp 15 miliar.
Kementerian PUPR Tahun Anggaran (TA) 2020, anggaran infrastruktur SDA sebesar Rp 17,7 miliar digunakan untuk penyediaan reservoir air baku untuk lahan hortikultura seluas 200 hektar senilai Rp 15 miliar.
Dirjen SDA Jarot Widyoko menjelaskan sumber air prioritas untuk kawasan food estate  Kabupaten Humbang Hasundutan berasal dari lima aliran sungai yakni Sungai Aek Raru, Aek Pollung, Sitahetek, Rugi-Rugi, dan Sihatunggal.

Untuk penyiraman di lokasi tanam dengan memanfaatkan teknologi irigasi perpipaan big gun sprinkler yang dibuat di Bandung berbasis Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM)/produk rakyat.

Tahun ini, pihaknya mengadakan big gun sprinkler sebanyak 250 unit yang melibatkan 17 UMKM di Bandung.

"Satu sprinkler terdiri dari 64 komponen, sehingga juga turut mendukung pemanfaatan produk lokal dalam rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terhadap dampak Pandemi Covid-19," kata Jarot.

Baca juga: Proyek Food Estate di Kalimantan Tengah Mulai Digarap

Selain SDA, Kementerian PUPR juga mendukung konektivitas menuju food estate berupa peningkatan kulitas jalan utama sepanjang 15,48 kilometer, pembangunan jalan akses sepanjang 8,9 kilometer ke lokasi pengembangan 1.000 hektar, dan jembatan sepanjang 120 meter yang pengerjaannya dilakukan pada 2020-2021.

Dilanjutkan TA 2021-2022 berupa peningkatan kulitas jalan utama sepanjang 12,49 kilometer, pembangunan jalan akses sepanjang 14,91 kilometer, dan jembatan sepanjang 20 meter.

Peningkatan kulitas jalan utama sepanjang 16,1 kilometer dan pembangunan jalan akses sepanjang 15,6 kilometer juga dilakukan untuk mendukung pengembangan food estate seluas 3.000 hektar dan Kebun Raya 1.120 hektar. Konstruksi dilaksanakan pada 2022-2023.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau