Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Para Raksasa Berebut Pasar Semen Instan Nasional

Kompas.com, 15 Oktober 2019, 10:32 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendati pasar properti masih belum bergerak signifikan, para produsen semen tetap optimistis membaca prospek sektor ini tahun 2020.

Terlebih banyak proyek infrastruktur perumahan, permukiman, dan juga sektor privat yang kian gencar meluncurkan produk-produk hunian baru.

Kebutuhan rumah yang belum terpenuhi (backlog) sebanyak 7,6 juta unit juga menjadi alasan utama produsen semen tetap yakin akan perkembangan pasar.

"Meskipun konsumsi semen secara Nasional turun 2 persen, namun di segmen lain seperti mortar justru tumbuh," kata General Manager Sika Indonesia Eddy Sutanto, di Bekasi, Senin (14/10/2019).

Itulah mengapa Sika Indonesia memperluas pasarnya dengan membangun pabrik khusus mortar di Cibitung, Bekasi, dengan kapasitas besar.

Baca juga: Resmikan Pabrik Ketiga, Sika Genjot Produksi 700.000 Ton Per Tahun

Tak tanggung-tanggung, mereka merencanakan dapat memproduksi 450.000 ton per tahun dari pabrik yang baru saja diresmikan operasionalnya oleh Duta Besar Swiss untuk Indonesia Kurt Kunz.

Ini artinya, dalam setahun, mereka bakal memenuhi 20 persen kebutuhan mortar Nasional yang mencapai 2,25 juta ton per tahun.

"Demand mortar terus tumbuh dari tahun ke tahun. Banyak skyscrapers atau pencakar langit yang sedang dibangun, juga apartemen, dan produk-produk rumah yang sangat membutuhkan mortar," terang Eddy.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memulai pembangunan pabrik mortar di Narogong, Jawa Barat.Dokumentasi Semen Indonesia PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memulai pembangunan pabrik mortar di Narogong, Jawa Barat.
Eddy menyebut pencakar langit Gama Tower, Indonesia One Twin Towers, Thamrin Nine Tower sebagai proyek pencakar langit yang menggunakan semen instan.

Hal ini karena semen instan, menurut dia, lebih ramah lingkungan, efisien dalam hal waktu pengerjaan konstruksi, dan efisien juga dalam hal biaya karena tidak membutuhkan banyak tenaga konstruksi untuk mengaplikasikannya.

Langkah Sika Indonesia, diikuti raksasa lainnya yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Melalui perusahaan hasil pengembangan bisnisnya, PT Mitra Kiara Indonesia (MKI), mereka memulai pembangunan pabrik mortar baru berkapasitas 375.000 ton per tahun di Narogong, Gunung Putri, Jawa Barat.

Baca juga: Semen Indonesia Memulai Pembangunan Pabrik Mortar

Pabrik mortar dibangun di atas lahan seluas dua hektar milik PT Solusi Bangun Indonesia yang telah diakuisisi Semen Indonesia sejak Januari tahun 2019.

Prosesi ground breaking pembangunan pabrik mortar dilakukan pada Rabu (29/8/2019) oleh Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso, Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Aulia Mulki Oemar, dan Direktur MKI, Mirza Whibowo Soenarto.

Bukan tanpa alasan MKI bermain di segmen mortar. Perusahaan ini difungsikan untuk menjalankan bisnis pada industri hilir semen, serta menangkap peluang-peluang yang dapat meningkatkan daya saing usaha dan menjadi sumber pendapatan baru.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau