Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apartemen Mewah Regent Residence Mulai Diserahkan kepada Konsumen

Kompas.com, 16 Juli 2019, 07:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - KG Global Development secara resmi melakukan serah terima Regent Residence kepada konsumen, secara bertahap, mulai Senin (15/7/2019).

Proses serah terima ini enam bulan lebih lambat karena KG Global Development harus mendapatkan persetujuan (approval) kualitas bangunan dari Intercontinental Hotel Group (IHG) sebagai pemegang brand  Regent.

Apartemen yang berada di kompleks pengembangan multifungsi Mangkuluhur City, Jl Gatot Subroto, Jakarta, ini merupakan hunian mewah dengan harga penawaran perdana 5.000 dollar AS per meter persegi dengan kurs Rp 10.000.

Artinya, harga yang dipatok senilai Rp 55.000.000 per meter persegi. Jika unit terkecilnya saja seluas 251 meter persegi, maka satu unit Regent Residence bisa dimiliki dengan uang sekitar  Rp 13,805 miliar.

Namun, seiring proses serah terima kepada konsumen, angka ini akan berubah dan bergerak naik pada 22 Juli 2019 menjadi Rp 68 juta per meter persegi hingga Rp 75 juta per meter persegi.

Baca juga: Gantikan Regent, Fairmont Tawarkan Sepotong Surga di Pulau Dewata

Saat ini, unit-unit dengan harga di bawah Rp 80 juta per meter persegi tersebut, masih bisa dimiliki calon konsumen di level mid zone yang tersisa 30 unit.

Sementara di level high zone, terdapat 20 unit yang dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 80 juta per meter persegi. Seluruh harga ini di luar perhitungan PPN.

Ada tiga tipe yang dipasarkan. Selain 251 meter persegi, terdapat tipe 505 meter persegi, dan tipe griya tawang atau penthouse seluas 1.000 meter persegi.

CEO KG Global Development Harry Gunawan mengungkapkan, keputusan menaikkan harga jual Regent Residence setelah mempertimbangkan berbagai hal. Termasuk, faktor underpriced.

"Dengan lokasi demikian strategis, hanya selangkah ke Sudirman CBD, serta komponen impor yang menegaskan kualitas bangunan, harga 5.000 dollar AS terlalu rendah. Ini kami sudah empat tahun nggak naik," papar Harry menjawab Kompas.com, Senin (15/7/2019).

Harga yang sama diberlakukan di setiap lantai, dengan pemandangan beragam, dan juga pilihan arah hadap.

"Kami tidak membeda-bedakan. Mau di lantai atas, atau bawah, hadap utara-selatan, pemandangan kota atau permukiman, semua sama," tambah Harry.

Karena dinilai underpriced, dan juga mempertimbangkan rasa keadilan dalam investasi, Harry memutuskan menaikkan harga jual.

Faktor lainnya adalah kandungan impor yang hampir 70 persen material bangunan dan equipment  juga mengalami peningkatan harga.

Terakhir adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan di kawasan Gatot Subroto sudah di atas Rp 100 juta per meter persegi.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau