Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mereka yang Berjasa Memetakan Gempa Palu dan Donggala

Kompas.com, 8 Oktober 2018, 21:04 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

"Bantu Petakan Palu-Donggala. Tasking Manager untuk Gempa Palu-Donggala telah diaktifkan"

JAKARTA, KOMPAS.com - Seruan tersebut mencuat pertama kali pada akun Instagram resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), @bnpb_indonesia, pada Jumat (28/9/2018) malam, atau beberapa jam setelah gempa bermagnitudo 7,4 terjadi.

Jaringan komunikasi di wilayah tersebut putus, membuat masyarakat was-was. Di sisi lain, upaya untuk memperbarui informasi terus dilakukan, guna memastikan dampak gempa.

Baca juga: Hasil Pemetaan OSM, Area Terdampak Likuefaksi Palu 185,13 Hektar

BNPB yang kemudian melihat hal tersebut sebagai sebuah tantangan, lantas membuka partisipasi masyarakat untuk berperan aktif dalam memperbarui informasi.

Seruan pertama dari BNPB yang mengajak masyarakat berpartisipasi untuk memetakan dampak gempa di Palu dan Donggala pada Jumat (28/9/2018).Instagram / @bnpb_indonesia Seruan pertama dari BNPB yang mengajak masyarakat berpartisipasi untuk memetakan dampak gempa di Palu dan Donggala pada Jumat (28/9/2018).

"Ada banyak cara untuk membantu korban bencana gempa di Donggala. Ini adalah salah satu caranya. Cukup dengan komputer dan koneksi internet, kamu bisa bergabung dengan ratusan mapper atau contributor lainnya melengkapi data keterpaparan yang dapat digunakan oleh pemerintah dan lembaga kemanusiaan untuk mendistribusikan bantuan tepat sasaran," tulis BNPB.

Melihat seruan tersebut, Yantisa Akhadi dan rekan-rekannya dari Humanitarian OpenStreetMap (OSM) Team Indonesia, tergerak.

Tanpa banyak komando, ia meminta kepada rekan-rekannya untuk meninggalkan pekerjaan mereka sementara waktu.

Ada belasan anggota OSM yang kala itu berada di markas mereka yang berada di Jalan Tebet Timur Dalam VII Nomor 15, Tebet, Jakarta Selatan.

Mereka yang semula tengah mengerjakan peta jaringan jalan se-Indonesia dengan menggunakan teknologi artificial intelligence, pun langsung berhenti dan mematuhi instruksi yang diberikan.

"Kami tahu ini adalah gempa yang serius. Makanya kami segera dukung dengan cara menggerakkan relawan," kata Yantisa yang juga bertindak sebagai Country Manager HOT Indonesia kepada Kompas.com, Senin (8/10/2018).

Country Manager Humanitarian OpenStreetMap (OSM) Team Indonesia Yantisa Akhadi.Kompas.com / Dani Prabowo Country Manager Humanitarian OpenStreetMap (OSM) Team Indonesia Yantisa Akhadi.

Seketika, informasi dari BNPB juga disebarkan melalui jejaring komunikasi Facebook yang diikuti oleh sekitar 4.300 volunteer yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Saat itu yang ada di dalam pikiran Yantisa dan rekan-rekannya adalah bagaimana caranya menyelesaikan tugas yang diberikan BNPB ini secepat mungkin.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau