Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pekik Indonesia Sambut Asian Games Membahana di Kota Solo

Kompas.com, 20 Juli 2018, 13:42 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Matahari begitu terik menyinari Kota Solo, Jawa Tengah, siang itu.

Kernyit dahi tampak di wajah setiap orang yang berada di luar ruangan atau di jalanan karena panasnya cahaya matahari.

Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyambut obor Asian Games 2018.

Hari itu, sejak Kamis (19/7/2018) pagi, anak-anak sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas tampak sabar menunggu lewatnya rombongan yang membawa obor tersebut.

Mereka terlihat duduk-duduk dan berdiri di sepanjang jalur yang sudah ditentukan akan dilewati rombongan, mulai dari Tugu Makutha hingga Balai Kota Solo.

Hal serupa terlihat di Jalan Jenderal Sudirman, Solo. Ribuan warga dan anak sekolah sudah berjejer teratur di belakang pembatas berwarna oranye yang dipasang di sepanjang jalan itu.

Pembatas itu terletak di sisi kiri dan kanan jalan. Sementara di bagian tengah jalan terlihat basah setelah disiram air untuk mengurangi panas akibat terik matahari.

Masyarakat Kota Solo menunggu datangnya pawai obor Asian Games 2018 di Jalan Jenderal Sudirman, Solo, Kamis (19/7/2018) siang.KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Masyarakat Kota Solo menunggu datangnya pawai obor Asian Games 2018 di Jalan Jenderal Sudirman, Solo, Kamis (19/7/2018) siang.

Para petugas dari Polri, TNI, dan Satpol Pamong Praja pun siap siaga untuk menjaga ketertiban dan keamanan jalannya acara itu.

Terasa sekali aura dan atmosfer semangat bergelora dari masyarakat Solo untuk menyambut datangnya obor Asian Games.

Antusiasme mereka terlihat begitu membara, bahkan mengalahkan panasnya sinar matahari yang terasa menyengat kulit tubuh.

Warna-warni seragam sekolah, biru, kuning, hijau, dan lain-lain, juga membuat suasana kian semarak.

Terlihat seorang ibu membawa anaknya yang masih memakai seragam sekolah ikut menunggu di antara kerumunan warga di pinggir jalan.

Saat dihampiri Kompas.com pada pukul 14.30 WIB, ibu itu mengaku sudah menunggu di sana sejak pukul 11.00 WIB.

Dia rela menunggu berjam-jam karena sudah berniat melihat pawai obor Asian Games.

“Nunggu dari jam 11.00, ya sabar aja,” ujar ibu yang bernama Yani itu.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau