Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asian Games Jadi Ajang Unjuk Kemampuan Infrastruktur

Kompas.com, 19 Juli 2018, 09:26 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengatakan penyelenggaraan Asian Games ke-18 merupakan salah satu ajang menunjukkan pembangunan infrastruktur.

Infrastruktur yang dimaksud yaitu venue olahraga yang disiapkan untuk semua cabang olahraga yang dipertandingkan.

"Asian Games ini merupakan kehormatan bagi kita untuk memperlihatkan kemampuan dalam pembangunan infrastruktur venue olahraga," ujar Wapres Jusuf Kalla dalam sambutannya, Rabu (19/7/2018) malam di Candi Prambanan, Sleman.

Baca juga: Indonesia Siap Selenggarakan Asian Games 2018

Selain itu, kata dia, Asian Games juga menunjukkan kemampuan kita dalam organisasi dan prestasi. Menurut dia, ketiga hal tersebut sangat penting.

Hal itu diungkapkan Kalla dalam acara penyatuan api Asian Games dari India dengan api dari Mrapen, Jawa Tengah.

India merupakan tempat pertama perhelatan Asian Games, sedangkan Mrapen merupakan sumber api abadi di Indonesia. 

Seremoni penyatuan api dari sumber yang berbeda itu dilakukan oleh atlet legendaris Indonesia, yaitu Susy Susanti dan Yustedjo Tarik.

Setelah api itu disatukan, kemudian dibawa berkeliling oleh para atlet secara bergantian.

Api yang berada dalam obor itu akan dibawa ke 54 kota atau kabupaten di 18 provinsi di Indonesia.

Nantinya perjalanan keliling api itu berakhir di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, dan dinyalakan di kaldron saat pembukaan Asian Games ke-18.

Kalla menambahkan, arti dari api itu ialah semangat. Maksudnya, memberi semangat kepada atlet kita agar sukses dalam penyelenggaraan dan prestasi olahraga.

Dia berharap, kirab api Asian Games ini dapat memberikan semangat pengabdian dan perjuangan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games.

"Karena dengan semangat itulah bangsa akan maju, tidak ada bangsa yang maju tanpa semangat," ucapnya.

Kalla juga mendoakan semua pihak yang terlibat dalam kirab obor api dan pada Asian Games nanti bisa sukses.

Kesuksesan itu diharapkan menjadi kehormatan bagi bangsa Indonesia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau