Diminati Ekspatriat, Pengembang Mulai Tawarkan Apartemen Sewa - Kompas.com

Diminati Ekspatriat, Pengembang Mulai Tawarkan Apartemen Sewa

Kompas.com - 13/02/2018, 19:24 WIB
Ilustrasi apartemenThinkstock Ilustrasi apartemen

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak dirilis ke pasar pada 2015 lalu, apartemen The Izzara yang berada di koridor TB Simatupang dibanjiri peminat.

Dari sekitar 500 unit yang ditawarkan, pengembang mengklaim telah berhasil menjual 80 persennya.

Baca juga : Apartemen di Selatan Jakarta Masih Diminati Ekspatriat

"Ada beberapa yang mau kami pertahankan, apalagi untuk satu kamar tidurnya. Tapi kalau memang nanti ada pasar yang masih menginginkan, kami akan lepas," kata General Manager of Marketing and Sales The Izzara Widyawati Supandi di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Ia mengaku, pengembang ingin mengelola unit yang tidak dijual untuk disewakan, khususnya bagi kalangan ekspatriat. Pasalnya, potensi sewa untuk kalangan tersebut di kawasan ini cukup besar.

Terutama bagi ekspatriat yang berasal dari Jepang dan Korea, yang memang cukup banyak beredar di kawasan TB Simatupang.

Menurut Widya, para ekspatriat itu memiliki dana akomodasi yang cukup besar dari perusahaan mereka bila ditugaskan di negara lain.

"Nilai sewa di sini bisa lebih 1.000 dollar AS," untuk satu kamar tidur," kata dia.

Berdasarkan data Colliers Indonesia, permintaan hunian bagi kalangan ekspatriat pada semester kedua 2017 memang cukup baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejumlah lokasi yang paling populer dihuni ekspatriat antara lain Senopati, Pakubuwono, pusat bisnis atau CBD, Jakarta Selatan selain Senopati dan Pakubowono, serta Jakarta Utara.

Di Senopati, kisaran harga sewa apartemen per unit Rp 30 juta-Rp 70 juta dengan rata-rata sekitar Rp 40 juta.

Sementara di Pakubuwono, harga sewa maksimumnya sedikit lebih tinggi dibandingkan CBD yaitu di atas Rp 90 juta.

Meski demikian, harga sewa terendah di Pakubuwono berada di kisaran Rp 30 juta sedangkan CBD kurang dari itu.

Di Jakarta Selatan sendiri, harga sewa apartemen mencapai lebih dari Rp 120 juta dengan harga minimium Rp 30 juta per bulan. Meski demikian, harga rata-ratanya berada di kisaran Rp 40 juta per bulan.


Komentar
Close Ads X