Menhub Budi Karya Dorong Arab Saudi Investasi Properti di Indonesia - Kompas.com

Menhub Budi Karya Dorong Arab Saudi Investasi Properti di Indonesia

Kompas.com - 16/01/2018, 14:00 WIB
Suasana di Lombok Internasional Airport, Praya Lombok Tengah.kompas.com/fitri Suasana di Lombok Internasional Airport, Praya Lombok Tengah.

JAKARTA, KompasProperti – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membuka ruang kepada investor dari Arab Saudi untuk investasi properti dan infrastruktur.

Dalam acara Konferensi Investor Properti Saudi Arabia di Indonesia, Budi mengatakan, kalau bicara mengenai properti, ini saat yang tepat di mana Indonesia akan berkembang.

Selain itu, hubungan baik antara Arab Saudi dan Indonesia sangat banyak dan ada beberapa kegiatan yang relevan untuk dikerjasamakan.

"Satu sisi orang kita banyak ke Arab Saudi dan penerbangan banyak ke sana sehingga memungkinkan investor dari Arab Saudi untuk berinvestasi, berliburan dan bertempat tinggal di Indonesia," ujar Budi, Senin (15/1/2018).

Hal-hal tersebut, kata Budi, mampu mendorong pertumbuhan dan pembangunan properti.

Lebih lanjut, ia menambahkan, saat ini Indonesia tengah mengembangkan 4 daerah tujuan wisata setelah Bali, yaitu Danau Toba, Yogyakarta, Mandalika dan Labuan Bajo.

Keempat daerah tersebut memiliki potensi karena harga tanah masih murah dan infrastruktur sedang dibangun.

"Kalau (investor) melakukan investasi di sana pasti memberikan kemungkinan return yang baik dan tentunya akan menambahkan konektivitas penerbangan yang banyak," imbuh Budi.

Ia menjelaskan, secara khusus Kementerian Perhubungan memiliki konsep untuk para investor dari timur tengah untuk berinvestasi di Bandara Internasional Lombok yaitu di Mandalika Lombok.

Artinya kerjasama konsesi dengan waktu tertentu untuk bandara sangat dimungkinkan.

"Bandara internasional Lombok tinggal dilakukan perpanjangan landasan, ditambah, kalau bangun baru akan memerlukan waktu dan mahal, yang penting adalah dengan mereka berinvestasi ada satu nilai tambah," jelas Budi.

Menurut Budi, keberadaan investor juga penting supaya pemerintah tidak terlalu mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengaku ditugaskan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk membuat konektivitas di bagian nusantara Indonesia tersambung dengan baik.

"Konektivitas itu tidak akan bisa baik apabila kita tidak melihat potensi yang ada di Indonesia khususnya berkaitan dengan properti," tutur Budi.

Budi menjamin, apabila perusahaan dari Arab Saudi berinvestasi dalam konektivitas antar Jakarta dengan daerah sekitarnya pasti akan mendapat keistimewaan untuk mengembangkan daerah sekitar Jakarta.


EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X