Budi Karya Janji Mudahkan Perizinan TOD Stasiun Bogor - Kompas.com

Budi Karya Janji Mudahkan Perizinan TOD Stasiun Bogor

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 12/09/2017, 20:00 WIB
Penandatanganan Nota Kesepahaman Sinergi TOD Kawasan Stasiun Bogor dan Rencana Pembangunan  Halte Sukaresmi  Kota Bogor di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Senin (11/9/2017).Arimbi Ramadhiani Penandatanganan Nota Kesepahaman Sinergi TOD Kawasan Stasiun Bogor dan Rencana Pembangunan Halte Sukaresmi Kota Bogor di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Senin (11/9/2017).

JAKARTA, KompasProperti - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung pembangunan proyek transit oriented develoment ( TOD) di Stasiun Bogor yang dikembangkan PT Waskita Karya Realty.

Pengembangan TOD ini menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memiliki manfaat yang berlipat ganda.

"Insya Allah izin-izin gampang dan Pak Cholik (Direktur Utama PT Waskita Karya) juga dapat proyek," ujar Budi saat Penandatanganan Nota Kesepahaman Sinergi TOD Kawasan Stasiun Bogor di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Senin (11/9/2017).

Budi mengatakan, manfaat TOD antara lain mengatur pergerakan komuter dan membuat ruang kota menjadi efisien, sehingga tidak padat atau ruwet.

Pasalnya TOD bisa memadukan beberapa moda transportasi dalam satu kawasan, misalnya kereta komuter dan moda raya transportasi (MRT).

Sementara di Bogor, kata Budi, manfaat TOD juga besar karena beban komuter di Stasiun Bogor cukup tinggi.

Penataan kawasan di stasiun ini sangat dibutuhkan mengingat akan dibangun jalur kereta ganda Bogor-Sukabumi.

"Kita sudah ada ide jadikan Bogor menjadi double track kemudian elektrifikasi artinya ada satu lintasan yang efisien bila direncanakan dr awal, yaitu Jakarta-Bogor-Sukabumi," jelas Budi.

Pengembangan TOD di Stasiun Bogor dilakukan Waskita di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan luas 15 hektar.

Rencananya, Waskita juga membangun hunian berupa apartemen sebanyak 8 menara setinggi 18 lantai.

Dengan total 1.500 unit, 25-30 persen di antaranya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun, Waskita belum menentukan berapa besaran harga hunian per unit.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM