DED Jembatan Palmerah Diharapkan Selesai Akhir Oktober 2017 - Kompas.com

DED Jembatan Palmerah Diharapkan Selesai Akhir Oktober 2017

Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Kompas.com - 12/10/2017, 08:00 WIB
Ilustrasi jembatanSHUTTERSTOCK Ilustrasi jembatan

KUPANG, KompasProperti - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan, rencana pembangunan jembatan Pancasila-Palmerah sepanjang 800 meter yang menghubungkan Larantuka dan Adonara, di Flores Timur, kian mengarah pada titik terang.

"Proses Feasibility Study (FS) dan Detail Engeneering Desain (DED) atau desain teknis secara detail, diharapkan selesai akhir Oktober 2017 ini," kata Frans kepada KompasProperti, di Kupang Selasa (10/10/2017).

Menurut Frans, jika proses FS dan DED selesai dan dinyatakan layak, maka pelaksanaan pembangunan fisik jembatan Pancasila-Palmerah, di Larantuka dapat dimulai oleh Tidal Bridge (Belanda).

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan investor Tidal Brigde, di Den Haag, Belanda telah dilakukan pada 22 April 2016 lalu.

Pelaksanaan pembangunan jembatan ini mengguna skema business to business, dan sepenuhnya merupakan dana investasi asing.

"Pembangunan jembatan ini tidak menggunakan dana APBD tapi melalui dana investasi asing sebagai bentuk kerjasama antara Indonesia dan Belanda," katanya.

Terkait turbin listrik arus laut di jembatan Pancasila-Palmerah, lanjutnya penentuan harganya butuh persetujuan dan kesepakatan bersama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PLN.

Pihak yang akan membeli energi listrik adalah PLN. "Saya pernah mendampingi tim dari Belanda untuk menawarkan Tarif Listrik (TL) arus laut di jembatan Pancasila-Palmerah sebesar 16 sen dolar AS per Kilo Watt Hour (KWH)," ungkap Frans.

Untuk penentuan besaran tarif listrik kata Drama, sejalan dengan kebijakan Kementerian ESDM, harus diolah atau ditinjau kembali supaya lebih murah dan dapat dijangkau masyarakat.

Hal terpenting adalah penentuan tarif listrik dengan harga yang tidak terlalu mahal agar dapat di beli PLN dari investor.

"Akhirnya, tarif listrik diajukan sebesar 7,2 sen dolar AS. Mudah-mudahan dapat disetujui bersama kelayakan FS-DED, sehingga pelaksanan jembatan Pancasila-Palmerah dapat dimulai," dia.

PenulisKontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM