Gedung Hemat Energi Tidak Selalu Mahal - Kompas.com

Gedung Hemat Energi Tidak Selalu Mahal

Arimbi Ramadhiani
Kompas.com - 29/09/2017, 14:00 WIB
Gedung new Media Tower Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menjadi contoh konsep gedung hemat energi bagi universitas lainnya, Senin (21/4/2014).Yohanes Debrito Neonnub Gedung new Media Tower Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menjadi contoh konsep gedung hemat energi bagi universitas lainnya, Senin (21/4/2014).

TANGERANG, KompasProperti - Para pengembang maupun kontraktor cenderung tidak tertarik membangun gedung hemat energi. Pasalnya selama ini, membangun gedung hemat energi seringkali dinilai lebih mahal daripada gedung konvensional. 

Direktur PT Multimedia Land, Thomas Sigit pun membantah hal tersebut dengan mencontohkan gedung perkuliahan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) terbaru, PK Ojong-Jakob Oetama Tower.

Seperti pendahulunya yakni gedung New Media, PK Ojong-Jakob Oetama Tower dibangun dengan konsep desain pasif.

Penggunaan desain pasif telah terbukti mampu mengurangi konsumsi listrik secara signifikan.

"Gedung ini dibangun (dengan biaya) Rp 5 juta per meter persegi. Itu artinya tidak berarti harus mahal. Dari pengalaman gedung lalu kita juga sudah lakukan seperti ini," ujar Thomas saat peresmian P.K. Ojong–Jakob Oetama Tower, di Gading Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (27/9/2017).

Thomas mengatakan, gedung setinggi 19 lantai ini dimulai pembangunannya sejak Januari 2016. Peresmiannya pun sesuai rencana yakni 20 bulan setelahnya.

Dibandingkan dengan New Media seluas 32.000 meter persegi, luas PK Ojong-Jakob Oetama Tower sekitar 1,5 kalinya, yaitu 45.000 meter persegi.

Baik New Media maupun PK Ojong-Jakob Oetama berfasad kulit ganda. Hal ini memungkinkan ruangan bisa lebih sejuk meski tanpa pendingin udara.

Selain itu, gedung ini juga menggunakan teknologi terbaru yang mampu menekan penggunaan energi secara keseluruhan.

Teknologi tersebut antara lain adalah penggunaan lampu LED dan magnetic chiller yang bisa mengurangi konsumsi energi listrik hingga 30 persen jika diukur dengan beban yang sama.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM