Operasionalisasi Tol Bawen-Salatiga Sempat Molor, Ini Sebabnya - Kompas.com

Operasionalisasi Tol Bawen-Salatiga Sempat Molor, Ini Sebabnya

Kontributor Ungaran, Syahrul Munir
Kompas.com - 20/09/2017, 12:32 WIB
Suasana Gerbang Tol (GT) Salatiga Ruas Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H+7 Lebaran.KOMPAS.com/ RODERICK ADRIAN MOZES Suasana Gerbang Tol (GT) Salatiga Ruas Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (17/6/2017). Ruas tol ini akan dibuka secara fungsional pada H-7 hingga H+7 Lebaran.

UNGARAN, KompasProperti - Masyarakat terutama para penglaju antar kedua wilayah kota besar di Jawa Tengah, yakni Semarang dan Solo sangat menantikan dioperasikannya ruas jalan Tol Bawen-Salatiga.

Jalan bebas hambatan sepanjang 17,6 kilometer ini sudah rampung pekerjaan fisiknya dan segera dibuka untuk umum. Namun hingga awal September lalu, tak kunjung dibuka.

Baru pada Jumat (15/9/2017) kemarin, penantian ini terjawab. Tepat pukul 16.00 wib, seksi III Jalan Tol Semarang-Solo ini resmi dibuka.

Baca: Jalan Tol Bawen-Salatiga Dibuka Gratis untuk Mobil Golongan II

Masyarakat menyambut gembira, kendati masih terbatas untuk kendaraan kecil golongan I seperti sedan, jip, mobil bak terbuka, kecuali jenis bus dan truk. Terlebih selama sepekan, tarifnya masih digratiskan.

Direktur Utama Trans Marga Jateng (TMJ) Yudhi Krisyunoro tak menampik ada kesan operasionalisasi ruas tol panoramic Bawen-Salatiga ini molor.

Yudhi mengungkapkan, ada aturan baru dalam uji kelaikan jalan sehingga jadwal pengoperasian jalan tol Bawen-Salatiga otomatis juga mundur.

"Sebenarnya bukan hambatan, tetapi lebih kepada adanya aturan baru dalam uji laik yang harus kami ikuti," kata Yudhi, Selasa (19/9/2017) petang.

Pada aturan baru tersebut jelasnya, ada nilai tambahan tahapan uji laik tol. Yakni uji laik jembatan dan terowongan dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan (KKJT).

"Sebelumnya hanya cukup uji laik fungsi dan uji laik operasi," jelasnya.

Yudhi mengungkapkan, uji laik jembatan tersebut meliputi 9 titik overpass perlintasan jalan dan underpass perlintasan jalan, 2 overpass perlintasan orang, 4 underpass perlintasan orang, 3 jembatan sungai, dan 1 simpang susun.

"Mulai uji laik jembatan akhir Agustus 2017 dan baru terselesaikan pada sepekan yang lalu," ungkapnya.

Selesainya uji laik jembatan pun beriringan dengan PT TMJ menerima Sertifikat Laik Operasi Jalan Tol Semarang-Solo dari Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Nomor JL.03.04-P/339 tanggal 14 Sepetember 2017.

Yudhi bersyukur semua tahapan uji laik tersebut berlangsung lancar. Apalagi sudah turun Keputusan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bernomor 718/KPTS/M/2017 tertanggal 15 September 2017 tentang tarif tol.

"Sementara ini masih gratis. Pengenaan tarif akan berlaku mulai Jumat (22/9/2017) pukul 00.00 wib," tuntasnya.

PenulisKontributor Ungaran, Syahrul Munir
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM