Menikmati Wisata Sungai Ala Karst Tubing - Kompas.com

Menikmati Wisata Sungai Ala Karst Tubing

Dani Prabowo
Kompas.com - 14/06/2017, 10:30 WIB
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pengunjung menyusuri Sungai Konteng di Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, saat mengikuti paket wisata Karst Tubing, Kamis (11/8/2016).

 BANTUL, KompasProperti - Bila Anda sedang mudik ke Bantul, Yogyakarta, atau mungkin melintas di wilayah tersebut, tak ada salahnya menyambangi kawasan Sedayu. Di lokasi itu, Anda akan menjumpai objek wisata baru yakni Karst Tubing.

Dibuka sejak Juni 2016, Karst Tubing menawarkan sensasi menyusuri Sungai Konteng yang akan bermuara di Sungai Progo.

Pengalaman yang dirasakan, hampir menyerupai objek wisata Goa Pindul di Gunung Kidul, Yogyakarta. Bedanya, Karst Tubing tidak menawarkan wisata goa.

Salah pemandu wisata tersebut, Anton menjelaskan, objek wisata itu dinamai Karst Tubing karena di sisi kiri dan kanannya terdapat batuan karst.

"Untuk kedalaman variatif ya, ada yang 2 meter sampai 4 meter. Tapi itu untuk terjun. Kalau titik lain kedalamannya paling sekitar 50 sentimeter," kata Anton saat ditemui Tim Mudik Gesit, akhir Mei lalu.

Ada dua macam trek yang ditawarkan pengelola, yaitu Trek 1 sepanjang 1 kilometer dan Trek 2 sepanjang 1,4 kilometer.

Di sepanjang trek tersebut ditawarkan berbagai macam permainan. Mulai dari permainan membentuk lingkaran, permainan air, hingga lompat dari tebing.

Untuk dapat menikmati objek wisata tersebut, pengunjung harus memenuhi beberapa persyaratan.

Di antaranya, usia minimal yaitu enam tahun. Selain itu, pengunjung juga diwajibkan untuk menggunakan alat pengaman, mulai dari ban, tali, pelampung, helm, hingga sepatu karet.

"Untuk usia 6-12 tahun itu harus didampingi pemandu saat main. Tapi kalau di atas itu sudah bisa sendiri," kata dia.

Anton mengaku, saat musim liburan atau akhir pekan, objek wisata ini cukup ramai dikunjungi pengunjung. Dalam sehari, minimal hampir 60 orang hingga 70 orang yang datang, baik itu dari Yogyakarta maupun dari daerah lainnya.

"Bahkan beberapa waktu lalu ada satu keluarga bawa rombongan sampai 42 orang yang datang ke sini. Dewasa dan anak-anak. Tapi dominan anak-anak," tambah dia.

Anton menuturkan, objek wisata ini dibuka sejak pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Namun, bila kondisi sedang hujan deras dan air sungai meluap, maka pihak pengelola akan menutup sementara.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisDani Prabowo
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X