Penulis
Proses konstruksi struktur utama harus memperhatikan ketepatan dimensi dan melalui metode yang benar. Struktur utama bangunan rumah tinggal tunggal terdiri dari:
a. Fondasi
Pada kondisi tanah yang cukup keras fondasi yang terbuat dari batu kali dapat dibuat dengan ukuran sebagai berikut:
b. Balok Pengikat/Sloof
Balok pengikat/sloof memiliki spesifikasi sebagai berikut:
c. Kolom
Kolom memiliki spesifikasi sebagai berikut:
d. Balok Keliling/Ring
Balok keliling/ring memiliki spesifikasi sebagai berikut:
e. Struktur Atap
Struktur atap berfungsi untuk menopang seluruh sistem penutup atap yang ada di atasnya. Struktur atap terdiri dari:
Kuda-kuda kayu digunakan sebagai pendukung atap dengan bentang paling panjang sekitar 12 m. Konstruksi kuda-kuda kayu harus merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh sehingga mampu memikul beban tanpa mengalami perubahan.
Kuda-kuda kayu diletakkan di atas dua kolom berseberangan selaku tumpuan. Ikatan antar batang pada kuda-kuda kayu diperkuat dengan plat baja dengan ketebalan 4 mm dan lebar 40 mm atau papan dengan ketebalan 20 mm dan lebar 100 mm.
Bingkai gunung-gunung/ampig terbuat dari beton bertulang dengan spesifikasi sebagai berikut:
Gunung-gunung/ampig terbuat dari susunan bata yang direkatkan dengan campuran mortar (perbandingan 1 semen : 4 pasir : air secukupnya) dan diplaster.
Penggunaan bahan yang ringan seperti papan dan Glassfibre Reinforced Cement (GRC) juga dianjurkan untuk meminimalkan dampak apabila gunung-gunung/ampig roboh pada saat terjadi gempa.
Ikatan angin berfungsi sebagai pengikat antar kuda-kuda kayu, antar gunung-gunung/ampig, atau antara kuda-kuda kayu dengan gunung-gunung/ampig agar berdiri tegak, kokoh, dan sejajar.
f. Dinding
Dinding berfungsi sebagai pembatas dan tidak menopang beban. Luas dinding maksimal adalah 9 m2 sehingga jarak palling jauh antar kolom adalah 3 m.
Dinding terbuat dari pasangan batu bata yang direkatkan oleh spesi/siar dengan perbandingan campuran 1 semen : 4 pasir : air secukupnya.
Untuk menambah kekuatan, dinding diplaster dengan campuran mortar (perbandingan campuran 1 semen : 4 pasir : air secukupnya) ketebalan 2 cm.
Baca juga: Sekali Lagi, Pentingnya Mengenal RISHA Metode Kilat Rumah Tahan Gempa
Seluruh elemen struktur bangunan tahan gempa harus menjadi satu kesatuan sehingga beban dapat ditanggung dan disalurkan secara proporsional. Struktur bangunan juga harus bersifat daktail/elastis sehingga dapat bertahan apabila mengalami perubahan bentuk pada saat terjadi bencana gempa.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.