Kompas.com - 19/09/2022, 14:30 WIB


JAKARTA,KOMPAS.com - Rumah tusuk sate kerap dianggap sebagai tempat yang sial karena dihuni oleh jin-jin jahat dan bisa menyebabkan kemalangan bagi penghuninya.

Karena itu, tidak heran rumah yang berlokasi tepat pada pertemuan dua jalur jalan berbentuk tegak lurus (berbentuk huruf T) ini kurang diminati oleh masyarakat.

Padahal beberapa rumah tusuk sate berada di tepi jalan utama yang menjadikannya sebagai lokasi strategis bila diubah menjadi tempat usaha.

Baca juga: Ini Kerugian yang Bisa Anda Alami bila Tinggal di Rumah Tusuk Sate

Dibalik sederet mitos buruk yang menyertainya, rumah tusuk sate ternyata dianggap merupakan hal yang biasa dalam pandangan agama Islam.

Menurut Ustadz Khalid Basalamah seperti dikutip dari kanal YouTube Sebuah Kisah Official, dalam Islam, tidak ada masalah jika rumah berada di lokasi tusuk sate. 

“Mau rumah tusuk sate, mau tusuk apa, kan dibangun dengan uang halal. Mau ada di ujung gang, mau di samping, mau bentuknya kotak, gak ada masalah dalam Islam,” ungkapannya pada video yang diunggah pada Sabtu (15/7/2017).  

Dikatakan, meskipun sebuah berada di tepi jalan raya dan memiliki tampilan mewah namun jika sang pemilik tidak pernah membaca Al-Quran atau sering mabuk-mabukan, maka rumah tersebut merupakan tempat berkumpulnya jin-jin jahat.

Ini berbeda dengan kondisi rumah yang pemiliknya taat beribadah, melakukan zikir maka rumah tersebut merupakan tempatnya malaikat.

Menurut Ustadz Khalid, anggapan tentang kesialan rumah tusuk sate merupakan Tathayyur dalam Islam yakni menggantungkan sesuatu pada benda-benda yang tidak ada hubungan sama sekali dengan panduan syariat.

Baca juga: 5 Kesalahan yang Wajib Dihindari Saat Menata Interior Rumah Minimalis

Tathayyur sendiri diharamkan dalam syariat Islam dan dimasukkan dalam kategori perbuatan syirik oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hal tersebut karena orang menganggap peran sebuah benda menjadi lebih penting karena membawa untung dan celaka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.