Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 09/09/2022, 15:00 WIB


JAKARTA,KOMPAS.com - Panel surya adalah perangkat yang bertugas mengumpulkan sinar matahari dan mengubahnya menjadi aliran listrik.

Aliran listrik dari panel surya ini bisa dimanfaatkan baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan di gedung-gedung publik.

Umumnya panel surya terbuat dari sel surya (terbuat dari bahan silikon), kawat, rangka logam, dan penutup kaca.

Seperti dikutip dari Energy Sage, sebuah panel surya umumnya memiliki lebar sekitar 1,2 meter dan tinggi 2,7 meter. Sementara beratnya, kurang lebih 13 Kg.

Baca juga: Ilmuwan Australia Temukan Panel Surya yang Bisa Dicetak

Alat ini terdiri dari serangkaian sel surya silikon yang ditutupi oleh selembar kaca. Kemudian komponen ini disatukan oleh bingkai logam, dengan kabel dan sirkuit berada di dalam dan di belakang sel untuk mengumpulkan aliran arus listrik.

Secara sederhana, panel surya akan bekerja di siang hari untuk menyerap energi dari sinar matahari. Energi yang telah dikumpulkan kemudian akan diubah menjadi energi arus listrik searah atau yang disebut DC.

Listrik DC akan dialirkan melalui perangkat yang disebut inverter untuk mengubahnya menjadi listrik arus bolak-balik (AC).

Listrik AC ini yang kemudian dapat Anda gunakan langsung atau menyimpannya sementara waktu melalui penyimpanan baterai surya.

Secara umum, panel surya memiliki empat komponen utama di dalam sistemnya. Keempat komponen ini yaitu panel surya fotovoltaik, inverter, sistem rak dan pemasangan serta sistem pemantauan kinerja.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Panel Surya Bendungan Jatibarang

Panel surya fotovoltaik berfungsi untuk mengubah energi matahari menjadi listrik. Sedangkan bagian inverter berguna untuk mengubah listrik DC menjadi listrik AC.

Sistem rak dan pemasangan bisa digunakan untuk memasang panel surya di rumah. Sementara sistem pemantauan kinerja bekerja untuk melacak dan memantau produksi dan kesehatan panel surya.

Panel surya saat ini banyak digunakan untuk mewujudkan konsep berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan energi fosil

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+