Konflik Labiela Meluas, UNESCO Minta Situs Gereja Rock Hewn Dilindungi

Kompas.com - 14/08/2021, 17:00 WIB
Gereja Lalibela Rock-Hewn adalah situs suci Kekristenan Ethiopia dan telah dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1978. UNESCOGereja Lalibela Rock-Hewn adalah situs suci Kekristenan Ethiopia dan telah dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1978.

JAKARTA, KOMPAS.com - UNESCO meminta situs Warisan Dunia Gereja Rock-Hewn dilindungi, setelah terjadinya konflik yang meluas di kota Labiela, Ethopia.

Situs warisan dunia Rock-Hewn Churches merupakan kompleks gereja gua monolitik yang dibangun sejak abad pertengahan, dan terletak di daerah pegunungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

UNESCO mengimbau otoritas setempat bisa memastikan perlindungan situs berharga tersebut.

Semua pihak pun diharapkan dapat menahan diri dari tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan pada situs.

Gereja Lalibela Rock-Hewn adalah situs suci Kekristenan Ethiopia. Gereja ini telah dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1978.

Baca juga: UNESCO Minta Indonesia Hentikan Proyek Jurassic Park di Taman Nasional Komodo

Situs ini berlokasi sekitar 645 km dari Addis Ababa dan terdapat sebelas bangunan gereja monolitik yang dipahat dari batu.

Bangunan ini dikaitkan dengan Raja Lalibela datang pada abad ke-12 untuk membangun 'Yerusalem Baru', setelah umat Muslim membatasi ziarah ke tanah suci.

Ada dua kelompok utama gereja dalam kompleks ini. Di sebelah utara sungai Yordan: Biete Medhani Alem (Rumah Juru Selamat Dunia), Biete Mariam (Rumah Maria), Biete Maskal (Rumah Salib), Biete Denagel (Rumah Perawan), Biete Golgotha Mikael (Rumah Golgota Mikael).

Kemudian di sebelah selatan sungai, Biete Amanuel (Rumah Emmanuel), Biete Qeddus Mercoreus (Rumah St. Mercoreos), Biete Abba Libanos (Rumah Kepala Biara Libanos), Biete Gabriel Raphael (Rumah Gabriel Raphael), dan Biete Lehem (Rumah Roti Suci). Gereja kesebelas adalah Biete Ghiorgis (Rumah St. George). 

Gereja-gereja ini tidak dibangun dengan cara tradisional melainkan dipahat dari batu monolitik. Blok-blok ini kemudian dipahat, membentuk pintu, jendela, kolom, lantai hingga atap.

Kompleks gera ini bahkan telah dilengkapi dengan sistem parit drainase, parit, dan lorong seremonial. Bahkan beberapa bangunan telah dilengkapi dengan akses ke gua dan katakombe.

Salah satu bangunan gereja, yakni Biete Medhani Ale memiliki lima lorong besar dan diyakini sebagai gereja monolitik terbesar di dunia.

Di Ethiophia sendiri perang tengah terjadi di mana pemerintah menangkap ratusan dan menuduh anggota kelompok minoritasdi etnis Tigrayan.



Sumber UNESCO
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.