Kompas.com - 02/08/2021, 19:00 WIB

Pembuatan kayu lapis dimulai dengan pengupasan batang pohon yang kemudian dikukus dan dilunakkan. Hal ini dilakukan untuk membuka gulungan batang menjadi lembaran datar.

Beberapa lapisan kayu kemudian direkatkan dan ditekan bersama-sama, bergantian dengan arah serat kayu. Ini yang memberikan ketahanan pada kayu lapis meski bentuk apapun.

Baca juga: Nanomaterial Bisa Bikin Semen Lebih Tahan Lama

Untuk merekatkan lembaran-lembaran kayu diperlukan alat tekan sebesar panel yang digunakan untuk membuat panel chipboard.

Biasanya dalam proses produksi plywood, digunakan lem fenolik (lem tahan air).

Proses terakhir dalam produksi plywood adalah pengamplasan untuk menghaluskan permukaan lembaran kayu lapis.

Beberapa jenis plywood juga diberi lapisan senyawa khusus seperti melamin atau akrilik.

Kayu yang paling banyak digunakan untuk produksi plywood adalah kayu lunak seperti kayu Cemara, kayu Birch atau Poplar.

Namun beberapa kayu lapis juga dibuat yang miliki harga lebih tinggi seperti jati.

Kayu lapis memiliki kekuatan yang besar dan stabilitas dimensi yang tinggi. Karena efek saling mengunci pada setiap lapisannya, plywood memiliki sifat mengembang dan menyusut yang lebih baik dibandingkan dengan panel kayu solid.

Karena itulah, kayu lapis digunakan pada konstruksi-konstruksi yang memiliki beban tinggi namun ada pada area berpenampang tipis. 

Kayu lapis bersifat ringan, mudah dipadukan dengan bahan lain, mudah diproses, tahan terhadap perubahan suhu, dan memiliki tampilan yang estetis. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.