Kompas.com - 02/08/2021, 19:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kayu lapis atau plywood merupakan material berbahan dasar kayu berbentuk panel yang terbuat dari beberapa lapisan kayu tipis.

Material kayu ini direkatkan secara melintang dengan sudut 90 derajat satu sama lain dan dibentuk dari lembaran kayu dalam jumlah ganjil.

Dikutip dari Start Word Working Now, plywood memiliki kualitas yang berbeda sesuai dengan produk yang diinginkan.

Kualitas kayu lapis sebagian besar tergantung pada perekatan atau jumlah lapisan veneer yang digunakan.

Kayu lapis sudah ada dari zaman di Mesir kuno. Ini dibuktikan dengan potongan-potongan furnitur yang terbuat dari kayu lapis ditemukan.

Baca juga: Pusat Olahraga Ini Dibangun dari Biomaterial Berbahan Rami

Pengolahan kayu jenis ini sayangnya terlupakan dan tidak digunakan lagi sampai pertengahan abad ke-19.

Memasuki era revolusi industri, kayu lapis mulai populer dan kemudian  diproduksi dalam jumlah besar.

Hal tersebut karena kayu lapis banyak digunakan dalam industri otomotif dan konstruksi pesawat terbang.

Material ini banyak digunakan dalam berbagai bidang mulai dari bahan bangunan, furnitur hingga kerangka kapal karena sifatnya yang tahan air.

Terlebih bahan ini mudah dibuat lengkungan dibandingkan dengan kebanyakan kayu konvensional.

Pembuatan kayu lapis dimulai dengan pengupasan batang pohon yang kemudian dikukus dan dilunakkan. Hal ini dilakukan untuk membuka gulungan batang menjadi lembaran datar.

Beberapa lapisan kayu kemudian direkatkan dan ditekan bersama-sama, bergantian dengan arah serat kayu. Ini yang memberikan ketahanan pada kayu lapis meski bentuk apapun.

Baca juga: Nanomaterial Bisa Bikin Semen Lebih Tahan Lama

Untuk merekatkan lembaran-lembaran kayu diperlukan alat tekan sebesar panel yang digunakan untuk membuat panel chipboard.

Biasanya dalam proses produksi plywood, digunakan lem fenolik (lem tahan air).

Proses terakhir dalam produksi plywood adalah pengamplasan untuk menghaluskan permukaan lembaran kayu lapis.

Beberapa jenis plywood juga diberi lapisan senyawa khusus seperti melamin atau akrilik.

Kayu yang paling banyak digunakan untuk produksi plywood adalah kayu lunak seperti kayu Cemara, kayu Birch atau Poplar.

Namun beberapa kayu lapis juga dibuat yang miliki harga lebih tinggi seperti jati.

Kayu lapis memiliki kekuatan yang besar dan stabilitas dimensi yang tinggi. Karena efek saling mengunci pada setiap lapisannya, plywood memiliki sifat mengembang dan menyusut yang lebih baik dibandingkan dengan panel kayu solid.

Karena itulah, kayu lapis digunakan pada konstruksi-konstruksi yang memiliki beban tinggi namun ada pada area berpenampang tipis. 

Kayu lapis bersifat ringan, mudah dipadukan dengan bahan lain, mudah diproses, tahan terhadap perubahan suhu, dan memiliki tampilan yang estetis. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jasa Marga 'Spin-off' Divisi Regional Trans-Jawa ke Anak Usaha

Jasa Marga "Spin-off" Divisi Regional Trans-Jawa ke Anak Usaha

Berita
Kembalinya Ekspatriat ke Jakarta, Picu Kenaikan Okupansi Apartemen Servis

Kembalinya Ekspatriat ke Jakarta, Picu Kenaikan Okupansi Apartemen Servis

Apartemen
Berkunjung ke Bekasi, Menteri Hadi Minta Kantor Pertanahan Buka Tiap Hari dan Jamin Tak Ada Pungli

Berkunjung ke Bekasi, Menteri Hadi Minta Kantor Pertanahan Buka Tiap Hari dan Jamin Tak Ada Pungli

Berita
Tahun 2019 Kerap Dijadikan Patokan, Namun Okupansi Hotel Justru Anjlok 25 Persen

Tahun 2019 Kerap Dijadikan Patokan, Namun Okupansi Hotel Justru Anjlok 25 Persen

Hotel
Tol Serpong-Balaraja Tuntas Jalani Uji Laik Fungsi dan Uji Laik Operasi

Tol Serpong-Balaraja Tuntas Jalani Uji Laik Fungsi dan Uji Laik Operasi

Berita
Bertolak ke Nias, Jokowi Tinjau Infrastruktur Jembatan dan Jalan Nasional

Bertolak ke Nias, Jokowi Tinjau Infrastruktur Jembatan dan Jalan Nasional

Berita
[POPULER PROPERTI] Segini Jatah KPR Subsidi yang Diguyur Pemerintah Tahun 2022

[POPULER PROPERTI] Segini Jatah KPR Subsidi yang Diguyur Pemerintah Tahun 2022

Berita
YCH dan Pelindo Berkolaborasi Hadirkan Smart Growth Connect di Indonesia

YCH dan Pelindo Berkolaborasi Hadirkan Smart Growth Connect di Indonesia

Berita
Gaet Inggris, Indonesia Kembangkan Transportasi Rendah Karbon, Ini Daftarnya

Gaet Inggris, Indonesia Kembangkan Transportasi Rendah Karbon, Ini Daftarnya

Berita
Resmi! China Investasi Rp 44,8 Triliun ke Dana Kekayaan Indonesia

Resmi! China Investasi Rp 44,8 Triliun ke Dana Kekayaan Indonesia

Berita
Per 4 Juli, Realisasi FLPP Rp 11,27 Triliun Biayai Lebih dari 100.000 Rumah

Per 4 Juli, Realisasi FLPP Rp 11,27 Triliun Biayai Lebih dari 100.000 Rumah

Berita
Hotel di Las Vegas Sediakan Layanan VR Konten Dewasa Bagi Tamu

Hotel di Las Vegas Sediakan Layanan VR Konten Dewasa Bagi Tamu

Hotel
Lewati Target, Dana KPR FLPP Semester I Cair Rp 11,06 Triliun

Lewati Target, Dana KPR FLPP Semester I Cair Rp 11,06 Triliun

Hunian
Milenial 26-30 Tahun Paling Banyak Terima Bantuan Subsidi Rumah FLPP

Milenial 26-30 Tahun Paling Banyak Terima Bantuan Subsidi Rumah FLPP

Hunian
Bisnis Residensial Diprediksi Moncer di Sekitar Tol Yogyakarta-Solo-Kulonprogo

Bisnis Residensial Diprediksi Moncer di Sekitar Tol Yogyakarta-Solo-Kulonprogo

Hunian
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.