Mengenal CLT, Alternatif Pengganti Beton yang Ramah Lingkungan

Kompas.com - 28/07/2021, 18:00 WIB
Rumah yang digunakan menggunakan panel CLT, rancangan firma arsitektur Brasil, Sergio Sampaio Arquitetura. Leonardo Finotti/Arch DailyRumah yang digunakan menggunakan panel CLT, rancangan firma arsitektur Brasil, Sergio Sampaio Arquitetura.

JAKARTA, KOMPAS.com - Konstruksi merupakan salah satu industri yang mengonsumsi material alami terutama pasir dalam jumlah besar.

Terlebih pasir merupakan bahan utama dalam pembuatan material konstruksi konvensional seperti beton. Tentu saja, bila diambil terus menerus, persediaan pasir di alam akan semakin menipis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arch Daily melaporkan, konstruksi merupakan salah satu penghasil limbah padat terbesar di dunia.

Misalnya, di Brasil, dari total limbah padat yang dihasilkan, 20 hingga 50 persennya berasal dari konstruksi.

Hal ini memaksa para pegiat konstruksi mencari bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan mudah diperbarui.

Baca juga: Arsitek Meksiko Patenkan Sistem Konstruksi Prefabrikasi Pintar

Adalah Cross Laminated Timber (CLT) atau kayu laminasi silang, yang merupakan panel kayu rekayasa berskala besar dengan sistem prefabrikasi, bisa menjadi solusi tepat. 

Material ini mulai dipopulerkan di Eropa dan secara bertahap mendapatkan perhatian di seluruh dunia, karena kekuatan, tampilan, keserbagunaan, dan keberlanjutannya.

CLT terbuat dari papan kayu gergaji yang direkatkan dan dibuat berlapis, di mana tiap lapisan dipasang terbalik dengan lapisan sebelumnya.

Dengan menggabungkan beberapa lapisan kayu, kekakuan struktural CLT sangat kokoh, mengingatkan kita akan kayu lapis tetapi berukuran lebih tebal.

CLT merupakan material yang berkelanjutan karena terbuat dari bahan kayu, yang merupakan sumber daya terbaharui dan tidak memerlukan bahan fosil tumbuh kembangnya.

Halaman:


Sumber Arch Daily
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.