Rusun Dua Lantai Ini untuk Santri Ponpes Tebuireng VII

Kompas.com - 24/05/2021, 21:27 WIB
Kementerian PUPR Bangun Rusun Dua Lantai Untuk Santri Ponpes Tebuireng VII Senilai Rp 2,79 Miliar PUPR Kementerian PUPR Bangun Rusun Dua Lantai Untuk Santri Ponpes Tebuireng VII Senilai Rp 2,79 Miliar

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu tomer rumah susun (rusun) dengan tipe barak senilai Rp 2,79 milyar dibangun untuk para santri di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tebuireng VII Buyat di Desa Buyat Barat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengharapkan, santri yang sedang menuntut ilmu bisa belajar tinggal di hunian vertikal.

"Fasilitas yang disediakan Kementerian PUPR di Rusun Pondok Pesantren kini juga sangat baik sehingga para santri nyaman tinggal di Rusun tersebut," kata Khalawi dalam keterangan tertulis yang dikutip Kompas.com, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Rusun TNI di Gorontalo Mulai Dibangun, Anggarannya Rp 19,5 Miliar

Menurut Khalawi, pemerintah juga tidak hanya membangun rusun untuk para santri di Ponpes, tapi juga di seminari-seminari sehingga hasil pembangunam dapat dirasakan secara merata dan berkeadilan.

"Keterbatasan lahan untuk perumahan semakin nyata dan Rusun merupakan salah satu solusi agar pemanfaatan lahan yang ada bisa optimal," imbuh Khalawi.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Hujurat menambahkan, pembangunan rusun ini dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Gorontalo dengan skema Single Year Contract (SYC) tahun 2021 dalam 240 hari kerja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia berharap melalui pembangunan rusun ini secara tidak langsung bisa ikut mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

"Rusun ini merupakan salah satu wujud dukungan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR untuk para santri untuk agar menjadi generasi muda bangsa Indonesia yang berkualitas,"  sambung Hujurat.

Berdasarkan data yang dimiliki Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I, spesifikasi bangunan terdiri dari satu tower setinggi dua lantai, mencakup empat ruangan tipe barak dan dapat menampung sekitar 80 santri.

Dilengkapi dengan meubelair berupa tempat tidur susun dan almari berukuran sedang dua pintu atas bawah. Para santri tinggal membawa pakaian dan belajar agama dengan semangat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X