Konsumsi Belanja di Hotel dan Restoran Diprediksi Tumbuh 9 Persen

Kompas.com - 13/05/2021, 14:09 WIB
Ilustrasi hotel. shutterstock.comIlustrasi hotel.

Meski begitu, lima dari enam kategori sektor properti pada data tersebut masih menunjukkan angka minus.

Kelima sektor tersebut adalah ritel dan rekreasi yang mencakup restoran, kafe, pusat perbelanjaan atau mal, taman hiburan, museum, perpustakaan dan bioskop.

Kemudian, kategori grosir dan apotek meliputi pasar grosir, gudang makanan, pasar pertanian, toko makanan khusus, toko obat, dan apotek.

Lalu tiga kategori lainnya yakni, taman, stasiun transit, serta ruang kerja.

Pada kategori ritel dan rekreasi secara nasional rata-rata-minus 22 persen. Sementara di Bali dan Jakarta turun masing-masing 39 persen dan 36 persen.

Untuk kategori grosir dan apotek Indonesia menunjukkan minus 6 persen. Lalu di Bali dan Jakarta masing-masing negatif 27 persen dan 17 persen.

Lalu kategori taman di Indonesia, tren mobilitasnya rata-rata merosot 18 persen. Kemudian, Jakarta dan Bali masing-masing negatif 54 persen dan 47 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya pada kategori ruang kerja di Indonesia rata-rata turun 28 persen, Bali turun 41 persen, dan Jakarta turun 36 persen.

Sementara tren mobilitas stasiun transit di Indonesia secara persentase turun 36 persen, Bali dan Jakarta masing-masing minus 66 persen dan 44 persen. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X