Kunjungi Malaka, Wamen PUPR Pastikan Jalan, Jembatan dan Bendungan Diperbaiki

Kompas.com - 22/04/2021, 07:00 WIB
Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo memastikan, sejumlah infrastruktur yang rusak di wilayah NTT akibat bencana alam akan diperbaiki. Sigiranus Marutho Bere/Kompas.comWakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo memastikan, sejumlah infrastruktur yang rusak di wilayah NTT akibat bencana alam akan diperbaiki.

KUPANG, KOMPAS.com - Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo memastikan, sejumlah infrastruktur yang rusak di wilayah NTT akibat bencana alam akan diperbaiki.

John menyampaikan hal itu, saat meninjau lokasi jembatan Benenai di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (21/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jembatan Benenai, mengalami rusak berat dan putus akibat diterjang banjir bandang awal Bulan April 2021 lalu.

"Negara pasti hadir ketika rakyat mengalami musibah bencana alam," ujar John.

Baca juga: Kementerian PUPR dan TNI AD Tuntaskan Pemasangan Jembatan Bailey di NTT

Sejumlah jalan, jembatan, dan bendungan yang rusak akibat bencana banjir bandang dan Badai Seroja, akan segera mendapat penanganan dari pemerintah pusat.

Termasuk Jembatan Benenai dan Bendungan Benenai.

Khusus kerusakan Bendungan Benanain, John mengatakan, sudah ada solusi yakni komunikasi antara pemerintah daerah dan warga terkait lahan.

"Untuk normalisasi bendungan Benenai maka pinjam lahan lima keluarga yang ada di sekitar kawasan bendungan. Tinggal bupati komunikasi dengan mereka bahwa ini soal penanganan darurat," ungkap dia.

Pinjam pakai lahan ini sambil menunggu pekerjaan permanen yang membutuhkan waktu cukup lama yakni sekitar 18 bulan

Khusus di NTT, ada tiga bendungan yang rusak yakni Benanain di Malaka, Kambaniru di Sumba Timur dan Mena di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Sedangkan untuk perbaikan jembatan dan jalan yang rusak ditargetkan tuntas dan bisa digunakan dalam waktu 6-7 bulan ke depan.

Untuk anggaran perbaikan jembatan dan bendungan itu, John belum mengetahui besarannya.

"Ini kan bencana, sehingga kami fokus membangun, agar rakyat bisa gunakan akses jalannya. Untuk bendungan warga bisa gunakan airnya seperti semula demi selamatkan hasil pertanian," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.