SIG Kucurkan Rp 225 Juta Bangun Sarana Pesantren di Mojokerto

Kompas.com - 21/04/2021, 20:30 WIB
General Manager of CSR SIG Edy Saraya (paling kanan) bersama Ketua YBSM Misbahul Huda (kedua dari kiri), saat meninjau lokasi pembangunan Ponpes Tahfidz Al Quran Ibnu Mas'ud. Dok. SIGGeneral Manager of CSR SIG Edy Saraya (paling kanan) bersama Ketua YBSM Misbahul Huda (kedua dari kiri), saat meninjau lokasi pembangunan Ponpes Tahfidz Al Quran Ibnu Mas'ud.

GRESIK, KOMPAS.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui program SIG-Peduli, memberikan bantuan senilai Rp 225 juta untuk pembangunan Sarana-Prasarana (Sarpras) Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Al Quran Ibnu Mas'ud yang berada di Desa/Kecamatan Jetis, Mojokerto.

Bantuan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh General Manager of CSR SIG Edy Saraya, kepada Ketua Yayasan Bukit Shafa Marwah (YBSM) Misbahul Huda.

General Manager of CSR SIG Edy Saraya mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap pendidikan agama.

Dia mengharapkan Ponpes Tahfidz Al Quran Ibnu Mas'ud bisa mencetak para penghafal Al Quran yang mumpuni, serta memiliki jiwa kepemimpinan tinggi.

Baca juga: Satu Lagi Tengara Berdiri di Gresik Bernama Gardu Suling

"Niat baik dan ini sejalan dengan visi perusahaan maupun Kementerian BUMN, dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia,” ucap Edy Saraya melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (21/4/2021).

Edy menambahkan, kurikulum pendidikan di Ponpes Tahfidz Al Quran Ibnu Mas'ud bermuara pada penciptaan generasi Qurani yang unggul dan berdaya saing tinggi. Bukan hanya menyangkut pada sisi skill, tapi juga nilai-nilai dasar kemanusian.

Ketua YBSM dan Pengelola Ponpes Tahfidz Al Quran Ibnu Mas'ud Misbahul Huda mengatakan, jumlah Ponpes Tahfidz Al Quran di Indonesia saat ini sudah banyak.

Namun apa yang diajarkan di Ponpes Ibnu Mas'ud sedikit berbeda. Sebab santri tidak hanya dibentuk menjadi penghafal Al Quran, melainkan juga dibekali dengan wawasan kepemimpinan dan wirausaha.

Kedua keahlian di luar sisi sebagai penghafal Al Quran ini dirasa cukup penting untuk para santri, sehingga nanti kalau mereka sudah dinyatakan lulus tidak harus kembali ke Ponpes menjadi pengajar.

Namun santri bisa juga menjalani profesi lain yang sudah dipelajari selama di Ponpes di sela waktu belajar dan menghafal Al Quran.

“Terima kasih atas bantuan dari SIG, semoga bermanfaat bagi para santri dan masyarakat sekitar," tutup Huda.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X