Arsitek Asing Diizinkan Buka Praktik di Indonesia, Simak Syaratnya...

Kompas.com - 25/02/2021, 16:00 WIB
Dalam mendesain keajaiban modern seperti Menara Jeddah dan Burj Khalifa, para arsitek dan desainer membutuhkan kemampuan andal agar bisa mengintegrasikan inovasi-inovasi teknologi terdepan. DOK. SHUTTERSTOCKDalam mendesain keajaiban modern seperti Menara Jeddah dan Burj Khalifa, para arsitek dan desainer membutuhkan kemampuan andal agar bisa mengintegrasikan inovasi-inovasi teknologi terdepan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan undang-undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek.

Aturan ini merupakan tindak lanjut dari ketentuan Pasal 25 dan Pasal 185 huruf b undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

PP ini menyebutkan bahwa arsitek asing dapat bekerja atau membuka layanan praktik arsitektur di Indonesia.

Namun demikian, berdasarkan Pasal 51 disebutkan bahwa arsitek asing dapat membuka layanan praktik dengan sejumlah ketentuan.

Baca juga: Arsitek Wajib Punya STRA, Ini Cara Daftarnya

Pertama, atas permintaan badan usaha di Indonesia. Kedua, atas inisiatif badan usaha arsitek asing. Ketiga, atas permintaan arsitek, dan keempat, atas permintaan kantor atau lembaga tempat arsitek asing bekerja.

Selain itu, praktik pelayanan arsitek asing juga wajib memenuhi persyaratan yakni:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Memiliki izin bekerja di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai penggunaan tenaga kerja asing;

2. Memiliki sertifikat kompetensi arsitek yang masih berlaku yang diterbitkan lembaga atau badan sertifikasi resmi yang diakui negara asal atau negara lain yang telah diverifikasi dan diregistrasi oleh dewan; dan

3. Bermitra dengan Arsitek.

"Badan usaha dan/atau arsitek yang akan melaksanakan kerja sama dengan arsitek asing harus melapor kepada dewan dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai tenaga kerja asing," demikian Pasal 52 yang dikutip Kompas.com, dari laman jdih.setkab.go.id, Kamis (25/02/2021).

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X