Realisasi Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp 23,1 Triliun

Kompas.com - 12/02/2021, 18:00 WIB
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta Lombok, NTB merupakan kawasan cantik dan diincar para investor,  kawasan Kuta Mandalika yang memiliki kawasan pantai yang menawan dengan pasir putih yang mempesona. Sirkuit MotoGP tengah di bangun di kawasan ini. FITRI RACHMAWATI S.SOSKawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta Lombok, NTB merupakan kawasan cantik dan diincar para investor, kawasan Kuta Mandalika yang memiliki kawasan pantai yang menawan dengan pasir putih yang mempesona. Sirkuit MotoGP tengah di bangun di kawasan ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga akhir 2020, realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah mencapai Rp 23,1 triliun.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan hal itu dalam siaran pers yang diktuip Kompas.com, Jumat (12/1/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pengembangan KEK telah menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp 70,4 triliun dan telah terealisasi sebesar Rp 23,1 triliun hingga akhir 2020," jelas Susiwijono.

Susiwijono mengatakan, realisasi investasi terbesar berasal dari KEK Galang Batang di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang resmi beroperasi pada akhir Tahun 2018.

Baca juga: Lido dan JIIPE Jadi Kawasan Ekonomi Khusus, Potensial Raup Investasi Ratusan Triliun

Disusul KEK Sei Mangkei di Provinsi Sumatera Utara dan KEK Kendal di Provinsi Jawa Tengah yang baru saja ditetapkan sebagai KEK pada akhir 2019.

Dari pengembangan KEK ini telah tercipta lapangan pekerjaan untuk 19.951 orang hingga akhir 2020.

Selain menarik investasi dan terciptanya lapangan pekerjaan, beberapa pelaku usaha di KEK telah melakukan produksi dan berkontribusi menyumbang devisa melalui ekspor ke lebih dari 30 negara senilai Rp 5,2 triliun pada tahun lalu.

Hingga saat ini, sudah ada 15 KEK telah beroperasi dengan rincian 6 KEK pariwisata dan 9 KEK industri.

Baca juga: Pemerintah Putuskan 18 Proyek KI dan KEK sebagai Proyek Strategis Nasional

Lima belas KEK tersebut adalah, KEK Galang Batang, KEK Sei Mangkei, KEK Kendal, KEK Arun Lhokseumawe di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, KEK Tanjung Api-api di Provinsi Sumatera Selatan, dan KEK Kelayang di Provinsi Bangka Belitung.

Kemudian, KEK Tanjung Lesung di Provinsi Banten, KEK Maloy Batuta di Provinsi Trans Kalimantan di Provinsi Kalimantan Timur, KEK Mandalika di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan KEK Palu di Provinsi Sulawesi Tengah.

Lalu, KEK Bitung di Provinsi Sulawesi Utara, KEK Morotai di Provinsi Maluku Utara, KEK Sorong di Provinsi Papua Barat, KEK Likupang di Provinsi Sulawesi Utara, serta KEK Singhasari di Provinsi Jawa Timur.

Adapun pada 10 Februari 2021, Dewan Nasional KEK resmi menyetujui pembentukan KEK baru yaitu KEK Lido di Provinsi Jawa Barat dan KEK JIIPE di Provinsi Jawa Timur.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.