Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Benda Ini Perlu Anda Singkirkan dari Lemari Pakaian

Kompas.com - 11/01/2021, 11:30 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Lemari pakaian seringkali luput dari kegiatan bersih rutinan Anda, padahal pekerjaan ini sangat penting dilakukan terutama saat kondisi Pandemi Covid-19 sekarang ini.

Ketika memiliki waktu untuk membersihkan lemari pun, Anda tak jarang bingung untuk memilah mana benda yang perlu dibuang dan mana yang disimpan.

Berikut Kompas.com sajikan informasi mana benda di lemari Anda yang harus disingkirkan karena beberapa hal.

1. Tas tak terpakai selama setahun

Tas, merupakan salah satu tren fashion tercepat untuk berlalu. Setiap waktu, berbagai jenis, bentuk, warna, dan jenis tas kerap kali berubah.

Oleh karena itu, tas tak terpakai dengan material yang sulit dibersihkan akan cepat berjamur dan rusak dan sebaiknya perlu Anda buang.

2. Plastik bekas binatu (laundry)

Jika telah selesai mencuci pakaian di binatu, sebaiknya Anda membuang plastik tersebut atau mendaur ulangnya dengan kebutuhan lain.

Baca juga: 4 Hal Perlu Dipikirkan Sebelum Membeli Lemari

Selain dapat memenuhi lemari pakaian karena sudah tidak lagi digunakan, plastik bekas binatu juga akan berdebu.

Hal ini akan membuat lemari pakaian Anda tampak lebih kotor.

3. Kotak sepatu kosong

Sama halnya dengan plastik bekas binatu, sepatu juga memiliki pelindung setelah kita membelinya di toko menggunakan kotak.

Nah, jangan pernah meletakkan kotak kosong bekas sepatu ini di lemari pakaian Anda karena akan membuatnya terlihat sesak.

4. Baju bernoda atau memudar

Hal terburuk pada saat acara adalah adalah ketika menumpahkan minuman berwarna dan membuatnya bernoda di pakaian Anda.

Jika sudah mencoba setiap trik untuk mengatasi noda-noda dan tidak berhasil, saatnya bagi baju tersebut untuk disisihkan.

5. Pakaian berlubang

Anda mungkin pernah membeli baju atau celana dan lupa untuk memakainya dalam waktu yang lama hingga terlihat berlubang.

Tunggu apalagi, sebaiknya singkirkan pakaian tersebut jika kondisinya sudah tak layak karena dapat membuat lemari pakaian penuh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pasarkan Hunian di IKN, Otorita dan Pengembang Akan Gelar 'Roadshow'

Pasarkan Hunian di IKN, Otorita dan Pengembang Akan Gelar "Roadshow"

Hunian
Investasi Rp 15,1 Triliun Masuk ke KEK Sepanjang Triwulan Pertama

Investasi Rp 15,1 Triliun Masuk ke KEK Sepanjang Triwulan Pertama

Berita
Kuartal Pertama, Pengembang PIK2 Raup Pra-penjualan Rp 1,5 Triliun

Kuartal Pertama, Pengembang PIK2 Raup Pra-penjualan Rp 1,5 Triliun

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Tegal: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Tegal: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Jangan Buang Sisa Minyak ke Dalam Saluran Pembuangan Wastafel! Ini Alasannya

Jangan Buang Sisa Minyak ke Dalam Saluran Pembuangan Wastafel! Ini Alasannya

Tips
Ini Peran Kementerian ATR/BPN Mudahkan Izin Usaha dan Investasi

Ini Peran Kementerian ATR/BPN Mudahkan Izin Usaha dan Investasi

Berita
128 Rumah Ramah Lingkungan di Cikupa Siap Dijual, Harganya Mulai Rp 1,8 Miliar

128 Rumah Ramah Lingkungan di Cikupa Siap Dijual, Harganya Mulai Rp 1,8 Miliar

Berita
Bolehkah Menuangkan Air Mendidih ke Saluran Pembuangan Wastafel?

Bolehkah Menuangkan Air Mendidih ke Saluran Pembuangan Wastafel?

Tips
Punya 350 Hektar Lahan di Bali, ITDC Minta Perubahan Status Hak

Punya 350 Hektar Lahan di Bali, ITDC Minta Perubahan Status Hak

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Wonogiri: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Wonogiri: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Tahun 2024, Metland Bidik 'Marketing Sales' Rp 1,9 Triliun

Tahun 2024, Metland Bidik "Marketing Sales" Rp 1,9 Triliun

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Purworejo: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Purworejo: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Kepada Pengusaha China, AHY Komitmen Mudahkan Izin Usaha dan Investasi

Kepada Pengusaha China, AHY Komitmen Mudahkan Izin Usaha dan Investasi

Berita
Indonesia Incar Pengurangan Emisi 385 Juta Ton, Baru Terpangkas Segini

Indonesia Incar Pengurangan Emisi 385 Juta Ton, Baru Terpangkas Segini

Berita
Ke Jepang, Menhub Akan Bahas MRT Jakarta hingga Pelabuhan Patimban

Ke Jepang, Menhub Akan Bahas MRT Jakarta hingga Pelabuhan Patimban

Berita
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com