Jelang Akhir Tahun 2020, Hutama Karya Garap Fasilitas Pelabuhan Sanur

Kompas.com - 18/12/2020, 15:55 WIB
Pantai Matahari Terbit, Sanur, Bali. Dok. PT Hutama Karya (Persero).Pantai Matahari Terbit, Sanur, Bali.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang akhir tahun 2020, PT Hutama Karya (Persero) mulai mempersiapkan pembangunan fasilitas Pelabuhan Sanur di Kota Denpasar, Bali.

Proses lelang proyek infrastruktur milik Kementerian Perhubungan ini sebelumnya telah dimenangkan perusahaan pada November lalu dan dilakukan peletakan batu pertama pada Sabtu, (12/12/2020.

Direktur Operasi II Hutama Karya Novias Nurendra mengatakan, konstruksi fasilitas  Pelabuhan Sanur akan memakan waktu selama 560 hari kalender dan diperkirakan rampung pada pertengahan tahun 2022 mendatang.

"Pelabuhan itu menjadi salah satu objek vital di Kota Denpasar dan merupakan tempat penyeberangan bagi kapal-kapal kecil ke pulau di sekitar Bali yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, dan Pulau Nusa Lembongan, serta Pulau Gili Terawangan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)," ujarnya seperti dikutip dari keterangan pers, Jumat (18/12/2020).

Novias menjelaskan, kondisi  Pelabuhan Sanur saat ini belum dilengkapi dengan fasilitas dermaga.

Baca juga: Perpanjang Runway Bandara Lombok, Hutama Karya Gunakan Aspal PG

Penumpang yang naik dan turun kapal masih harus turun ke air dahulu. Sehingga, kondisi penumpang akan basah.

Oleh karena itu, kata Novias, perlu diangun fasilitas optimal untuk mengakomodasi kebutuhan para turis pada masa mendatang.

Dia mengungkapkan, Pelabuhan Sanur juga harus memiliki aksesibilitas yang baik untuk menghubungkan daerah belakang pelabuhan (hinterland) dengan area ke pelabuhan.

Adapun pembangunan fasilitas Pelabuhan Sanur dilakukan melalui skema kerja sama operasi ( KSO) atau joint-operation (JO) antara Hutama Karya dengan PT Sumber Bangun Sentosa dan PT Virama Karya (Persero).

Dalam konstruksi fasilitas tersebut, Hutama Karya memiliki porsi persentase sebesar 60 persen.

Paket pekerjaan konstruksi yang akan digarap Hutama-Bangun-Virama mencakup rancang dan bangun meliputi pembangunan struktur pelindung pantai dengan jenis rubble mound breakwater.

Kemudian, pekerjaan pengerukan lapisan tanah di sekitar pantai, pembangunan Dermaga Apung atau Ponton, perkuatan dinding pantai eksisting, serta pembangunan fasilitas darat pelabuhan yakni, terminal dan pos jaga.

Selain mempercantik Pelabuhan Sanur, terpenuhinya fasilitas pelabuhan nantinya dapat memudahkan para pelancong dalam melakukan perjalanan wisata melalui pelabuhan yang menghubungkan kawasan segitiga emas yaitu Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceningan.

Selain itu, semakin baiknya fasilitas pelabuhan diharapkan dapat meningkatkan hasil yang bermanfaat dan berguna bagi masyarakat di sekitar Pantai Sanur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X