Presiden Direktur Total Bangun Persada, Janti Komadjaja mengatakan, meningkatnya porsi pelanggan baru ini terjadi karena pelanggan berulang disebut sedang mengurangi ekspansi.
Dengan demikian, keberadaan pelanggan baru dapat mengisi porsi yang ada.
"Kami melihat pelanggan baru ini lebih mau menerima kami. Jadi mungkin mereka mau bekerja sama dengan kami," kata Janti saat Public Expose, Jumat (28/8/2020).
Adapun nilai kontrak yang diperoleh perseroan sampai dengan awal Agustus 2020 sebesar Rp 414 miliar.
Adapun nilai proyek yang sedang dihitung oleh perusahaan saat ini sebesar Rp 6,49 triliun.
Mengenai banyaknya penundaan proyek yang terjadi saat ini, Janti mengatakan, perusahaan menerapkan strategi dengan melaksanakan konstruksi dengan menggunakan uang muka, sehingga dapat diantisipasi.
"Rata-rata proyek berjalan dengan adanya down payment. Jadi sangat sedikit proyek yang menggunakan modal kami," ucap dia.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.