Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tahun 2021, Kawasan Pura Besakih Mulai Ditata

Kompas.com, 6 Agustus 2020, 15:11 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan menata kawasan suci Pura Agung Besakih di Bali yang merupakan Kawasan Cagar Budaya di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, penataan ini sudah direncanakan selama dua tahun oleh Pemerintah Provinsi Bali dan melaporkannya kepada Presiden Joko Widodo.

Penataan kawasan ini merupakan kolaborasi antara Pemprov Bali dengan Pemerintah Pusat. Ini karena, pura tersebut merupakan aset nasional yang perlu diperhatikan.

"Insha Allah tahun 2021 bisa mulai kita kerjakan selama satu tahun," ucap Basuki melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (6/8/2020).

Baca juga: 8 Hotel Baru Bakal Hadir di Bali Tahun 2021

Berdasarkan rencana, ada sembilan item paket pekerjaan untuk penataan kawasan Pura Besakih. Adapun total estimasi biaya konstruksinya mencapai Rp 1 triliun.

Basuki menuturkan, Pemerintah Pusat akan membangun kawasan parkir di Manik Mas seluas 52.000 meter persegi. Selain itu, pihaknya juga akan menata kawasan Becingah seluas 12.287 meter persegi.

"Totalnya sekitar Rp 500 miliar," ujar Basuki.

Persiapan penataan

Dalam persiapannya, Kementerian PUPR telah menyelesaikan studi kelayakan. Sedangkan untuk desain akan dikerjakan dengan metode rancang bangun atau design and build guna mempercepat pelaksanaan.

Namun, karena luas kawasannya lebih dari 10.000 meter persegi serta lokasi pura yang dijadikan sebagai destinasi wisata sekaligus cagar budaya, maka pengerjaannya akan dilengkapi dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Basuki memastikan penataan pura tidak akan menyentuh area bangunan utama yang digunakan sebagai tempat ibadah.

Baca juga: Tol Trans-Jawa Tersambung hingga Bali Melalui Angkutan Laut

Penataannya, menurut Basuki dilakukan guna menigkatkan kenyamanan pengunjung yang beribadah maupun berwisata.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga menambahkan, rencana penataan kawasan juga akan menyentuh aspek penataan pedestrian tak jauh dari gerbang Pura Besakih.

Kawasan ini cukup dipadati kendaraan parkir liar serta pedagang-pedagang kaki lima.

"Sehingga lahan parkir yang akan dibangun tidak bertingkat ke atas, namun ke bawah empat lantai atau basement, sebagai salah satu aturan di Bali yang harus tetapp dipegang," ucap Basuki.

Selain itu, pada kawasan pura akan dibuat alur masuk dan keluar yang berbeda agar tidak terjadi penumpukan saat ada upacara besar.

"Termasuk sirkulasi jalan untuk kendaraan," kata dia.

Penataan kawasan Pura Besakih juga akan dilakukan dengan memerhatikan adat istiadat serta kearifan lokal budaya Bali.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau