Editor
Malahan, desainnya justru terlihat berlebihan dan berantakan. Untuk menyiasatinya, sang desainer berhasil mengharmoniskan bermacam elemen dengan cantik di rumah ini.
Trik yang dapat Anda tiru adalah bagaimana desainer menggunakan aksesoris dengan gradasi warna yang senada pada keseluruhan ruangan yang ada.
Selain sebagai “pengikat” harmonisasi, varian gradasi warna dihadirkan untuk meminimalisasi kebosanan dari warna seragam dalam satu ruangan.
Khasnya lagi, aksesoris pemanis tampak menyebar merata di beberapa sudut ruangan. Tidak terkecuali pada area beranda rumah.
Meski beberapa di antara pilihan aksesorisnya terkesan mencolok, namun tak lantas membuatnya tampak berlebihan.
Dengan penyesuaian desain serta lokasi penempatan, aksesoris-aksesoris cantik ini bersinergi memberikan sentuhan kemewahan pada seluruh hunian.
Beranda indoor kontemporer karya Michael Lauw Studio
Beberapa bantal cushion masih menggunakan warna yang senada dengan ruangan indoor, yakni cokelat, krem, dan abu-abu.
Tak lupa, kehadiran sarung bantal berbahan satin yang mengkilap melengkapi kesan mewah yang diinginkan di setiap ruangan.
Pemilihan perabotan yang tepat berdampak memperkuat kesan interior kontemporer yang dapat dirasakan di seluruh bagian rumah.
Di sisi lain, sentuhan klasik cukup ditonjolkan dengan beberapa lampu gantung kristal di ruangan-ruangan utama.
Secara teliti, pemilihan warna yang senada menjadi benang merah yang mengikat harmonisasi visual di seluruh interior rumah.
Jadikan trik yang diterapkan desainer sebagai inspirasi Anda menciptakan suasana kontemporer di hunian Anda.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.