Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren dan Peluang Masa Depan Desain "Zoomable Home Office"

Kompas.com, 12 Juli 2020, 12:00 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO PTI Architects Doddy Tjahjadi menjelaskan, pandemi mengubah kebiasaan dan gaya hidup masyarakat.

Menurutnya, ada empat perubahan besar yang terjadi. Pertama adalah gaya hidup di rumah atau stay at home lifestyle.

Selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebagian besar masyarakat beraktivitas di dalam rumah.

Bahkan saat PSBB sekitar 80 persen waktu mereka dihabiskan di dalam rumah.

Sedangkan setelah PSBB dicabut, sekitar 50-60 persen kegiatan dilakukan dari tempat tinggalnya.

Baca juga: Maksimalkan Apartemen dengan 5 Desain Small Office Home Office Ini

"Selama 24 jam kehidupan itu, (aktivitas) di rumah terus. Jadi ini perubahan yang drastis. Jadi apa pun dilakukan dari rumah," ucap Doddy saat diskusi daring bertema A New Concept For A New Normal, Sabtu (11/7/2020).

Perubahan inilah yang menyebabkan kebutuhan akan home office meningkat.

Tersedianya ruangan khusus untuk bekerja memungkinkan penghuni rumah dapat lebih fokus dan maksimal dalam melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan di kantor atau sekolah.

Dia berpendapat, tren pencarian mengenai home office meningkat di Google Search. Hal ini membuat permintaan akan furnitur dan keperluan bekerja turut meningkat.

Tentunya peningkatan tren ini memengaruhi desain akan hunian di masa depan.

"Kebutuhan akan memengaruhi bagaimana kita mendesain rumah," ucap Doddy.

Baca juga: 9 Inspirasi Home Office Keren, Pilih Sesuai Selera Anda!

Doddy berpendapat, apabila saat ini seluruh ruangan di dalam rumah tidak memungkinkan untuk diubah menjadi ruang kerja, maka bisa mengubah lorong rumah menjadi tempat kerja.

ilustrasi bekerja dari rumahiSTOCK/SHIRONOSOV ilustrasi bekerja dari rumah
Misalnya, sebuah rumah memiliki lorong dengana lebar 1-2 meter, maka pemilik bangunan bisa memanfaatkan ruang dengan lebar 50 sentimeter pada lorong untuk diubah menjadi kantor pribadi.

Selain itu, bekerja dari rumah atau work from home (WFH) memunculkan tren baru yaitu zoomable workspace.

Menurut Doddy, mendekorasi ruang kerja menjadi salah satu elemen penting dalam rumah. Ini karena selama pandemi, Instagram bukan menjadi satu-satunya tempat untuk "pamer".

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau