KOMPAS.com - Anda mungkin malas, atau bahkan jarang membersihkan microwaves. Terutama pada bagian dalam yang mungkin 'tidak terlihat'.
Tetapi, membersihkan peralatan rumah tangga merupakan sebuah kewajiban untuk menjaganya tetap steril dan terbebas dari kuman dan bahaya virus.
Tak perlu khawatir, Kompas.com akan menunjukkan kepada Anda bagaimana cara membersihkan microwave dengan tiga bahanalami yang sangat mudah dan bisa langsung dipraktikkan.
Cara ini juga berlaku untuk microwave yang sangat kotor sekalipun dan mampu membersihkan dalam waktu singkat.
Baca juga: 5 Langkah Mudah Bersihkan Oven dalam Sekejap!Melansir Expert Home Tips, berikut tiga bahan alami yang secara efektif membersihkan microwave kesayangan Anda.
1. Cuka
Cuka.Sama dengan oven, ternyata cuka mudah digunakan untuk microwave sekalipun. Caranya, tambahkan air dan cuka ke dalam mangkuk. Kemudian, tempatkan microwaves Anda di tengah.
Panaskan dengan api besar selama 2,5 menit (atau ke dalam larutan mendidih dan mengeluarkan uap).
Biarkan microwave mendingin sekitar 15 menit sebelum membuka pintu. Dengan sendirinya, microwave dapat menghancurkan sisa makanan dan mengatasi noda.
Buka pintu, letakkan mangkuk dan piring kaca, lalu bersihkan microwave dengan kain bersih yang lembab yang sudah ditambahkan cuka tadi.
Anda harus benar-benar memastikan bahwa microwave sudah bersih tanpa menggosoknya.
2. Lemon
Bahan alami yang digunakan untuk membersihkan microwave adalah lemon. Tak hanya membersihkan, lemon juga membuat microwave jadi wangi dan berkilau.
Caranya, tuangkan air ke dalam mangkuk. Potong lemon menjadi dua bagian, dan peras masing-masing ke dalam air. Kemudian, buang sisa lemon.
Baca juga: Langsung Beres, Begini Cara Gampang Bersihkan Oven
Selanjutnya, panaskan microwave dalam suhu tinggi selama 2,5 menit, biarkan microwave mendingin sekitar 15 menit sebelum membuka pintu.
Kemudian, buka pintu, letakkan mangkuk dan piring kaca, lalu bersihkan microwave dengan kain bersih yang lembab. Terakhir, bersihkan pelat kaca sebelum menggantinya.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.