Sinarmas Land Siap Bangun Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kompas.com - 17/06/2020, 14:28 WIB
Ilustrasi perumahan. Kementerian PUPRIlustrasi perumahan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sinarmas Land menyatakan kesiapannya untuk membantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) membangun rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program Sejuta Rumah.

“Kami siap mendukung Pemerintah dalam pelaksanaan new normal di bidang perumahan," tegas Managing Director President Office Sinarmas Land Saleh Husin dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (16/6/2020).

Sinarmas Land merupakan salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia yang membangun beragam produk, mulai dari kota mandiri, perumahan, kawasan komersial dan industri, hotel, hingga resor wisata.

Produk properti yang dibangun dan dimiliki pengembang ini tak hanya berada di Indonesia, melainkan juga di Asia dan Eropa.

Baca juga: Sinarmas Land Raup Rp 369 Miliar dalam Dua Bulan

Di antara sekian produk yang telah dan tengah dikembangkan oleh Sinarmas Land adalah Bumi Serpong Damai (BSD) City, Kota Delta Mas Cikarang, Kota Wisata Cibubur, dan Grand Wisata Bekasi.

Sementara itu, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menyambut baik kesiapan Sinarmas Land.

Dia juga mengharapkan para pengembang properti bangkit untuk merealisasikan Program Sejuta Rumah yang berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Kami berharap para pengembang properti bangkit kembali melaksanakan pembangunan rumah rakyat jelang pelaksanaan new normal di sektor perumahan,” kata Khalawi.

Baca juga: Pemerintah Tambah Alokasi Bedah Rumah di Sumatera Barat 1.228 Unit

Khalawi melanjutkan, kolaborasi antara Pemerintah dan pengembang dalam pelaksanaan Program Sejuta Rumah sangat penting.

Pasalnya, Pemerintah tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan rumah. Dengan demikian, peran aktif pengembang dalam pembangunan perumahan sangat dibutuhkan.

Khalawi mengungkapkan, Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh wilayah Indonesia memang berpengaruh pada produksi rumah yang dibangun oleh pengembang.

Karena Pandemi tersebut, Pemerintah memberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat para pengembang mengalami hambatan dalam proses pembangunan dan penjualan rumah.

“Namun, Pemerintah juga tetap berupaya mendorong agar penyediaan rumah untuk masyarakat dapat dipenuhi dengan baik,” ucap Khalawi.

Maka dari itu, imbuh Khalawi, Pemerintah berkoordinasi dengan sejumlah asosiasi pengembang perumahan untuk mencari solusi bersama terkait berbagai hambatan yang dialami para pengembang.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nongsa D-Town Diresmikan, Ada Pusat Film dan Animasi Ala Hollywood

Nongsa D-Town Diresmikan, Ada Pusat Film dan Animasi Ala Hollywood

Berita
Daliana Suryawinata, Satu-satunya Arsitek Perempuan Indonesia yang Masuk Daftar Architizer A+A Awards

Daliana Suryawinata, Satu-satunya Arsitek Perempuan Indonesia yang Masuk Daftar Architizer A+A Awards

Arsitektur
Saltmine Raup Pendanaan Seri A Senilai Rp 285 Miliar

Saltmine Raup Pendanaan Seri A Senilai Rp 285 Miliar

Perkantoran
Perluas Jangkauan Pasar, ACP Tunjuk Travelio Kelola LRT City Ciracas

Perluas Jangkauan Pasar, ACP Tunjuk Travelio Kelola LRT City Ciracas

Apartemen
Tingkatkan Minat Baca, Lotte Renovasi Tiga Perpustakaan Sekolah di Jakarta

Tingkatkan Minat Baca, Lotte Renovasi Tiga Perpustakaan Sekolah di Jakarta

Fasilitas
Setelah PPN, Pengembang Minta BPHTB Diturunkan Jadi 2,5 Persen

Setelah PPN, Pengembang Minta BPHTB Diturunkan Jadi 2,5 Persen

Berita
Krakatau Bandar Samudera dan KAI Siapkan Infrastruktur Logistik Terintegrasi

Krakatau Bandar Samudera dan KAI Siapkan Infrastruktur Logistik Terintegrasi

Kawasan Terpadu
Pertama Kali dalam Sejarah Beli Rumah Bebas PPN, REI: Harus Dimanfaatkan Konsumen

Pertama Kali dalam Sejarah Beli Rumah Bebas PPN, REI: Harus Dimanfaatkan Konsumen

Berita
Mata Air Hilang akibat Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Ini Tanggapan KCIC

Mata Air Hilang akibat Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Ini Tanggapan KCIC

Berita
Masuki Tahap Akhir, Konstruksi Tol Cengkareng-Kunciran Tuntas Maret 2021

Masuki Tahap Akhir, Konstruksi Tol Cengkareng-Kunciran Tuntas Maret 2021

Berita
Restorative Justice Tata Ruang Diterapkan, Ahli: Berkaitan dengan Pemulihan

Restorative Justice Tata Ruang Diterapkan, Ahli: Berkaitan dengan Pemulihan

Kawasan Terpadu
[POPULER PROPERTI] Lintasan Balap MotoGP The Mandalika Mulai Diaspal

[POPULER PROPERTI] Lintasan Balap MotoGP The Mandalika Mulai Diaspal

Berita
Pemerintah Terapkan Restorative Justice bagi Pelanggar Tata Ruang, Apa Itu?

Pemerintah Terapkan Restorative Justice bagi Pelanggar Tata Ruang, Apa Itu?

Kawasan Terpadu
PPN Rumah Rp 2 Miliar-Rp 5 Miliar Didiskon Pemerintah 50 Persen

PPN Rumah Rp 2 Miliar-Rp 5 Miliar Didiskon Pemerintah 50 Persen

Berita
Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur Insentif Sektor Hotel, Kafe dan Restoran

Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur Insentif Sektor Hotel, Kafe dan Restoran

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X