Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Krisis Covid-19 memaksa para pengembang properti bekerja ekstra keras dan cerdas melakukan terobosan-terobosan demi mempertahankan kelangsungan bisnisnya.
Ciputra Group adalah salah satu kelompok usaha pengembang yang menyadari bahwa krisis selalu melahirkan terobosan dan kreativitas.
Krisis juga diyakini tak menutup seluruh peluang dan potensi untuk terus berkembang di tengah ketidakpastian.
"Selalu ada kans, dan potensi untuk keluar dari keterpurukan," ujar Direktur Ciputra Group Johan Giam dalam rilisnya kepada Kompas.com, Rabu (20/5/2020).
Baca juga: Lewat Digital Marketing, Ciputra Kantongi Rp 55 Miliar
Dengan menggenjot intensifikasi pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtub, dan diskusi interaktif secara virtual, Ciputra mencatat penjualan positif atas produk-produknya.
Terbaru, mereka membukukan Rp 55 miliar di CitraGarden Puri, Jakarta Barat, hanya dalam waktu sehari.
Kisah keberhasilan ini berlanjut di proyek CitraGarden Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan. Rumah yang terjual pada Kuartal I-2020 lebih tinggi 20 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu.
“Dari Januari hingga Mei 2020 ini, rata-rata kami bisa menjual 15 unit rumah. Dalam kondisi seperti ini, hasil demikian tentu sangat kami syukuri. Minat dan kebutuhan masyakarat terhadap hunian di Gowa dan Makassar masih sangat besar," kata Johan.
Menurut Johan, perubahan perilaku belanja properti masyarakat selama Pandemi, harus diikuti pengembang agar produknya laku.
Mereka tertarik dan banyak melakukan kunjungan virtual, alih-alih datang langsung ke lokasi proyek. Meskipun demikian, Ciputra Group tetap melayani kunjungan fisik dengan penerapan protokol kesehatan.
Selain intensifikasi pemasaran digital, faktor lain yang membuat pengembang ini bertahan adalah produk yang dijual disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
"Kebutuhan terbanyak pasar Makassar itu rumah dengan harga terjangkau sekitar Rp 400 juta-Rp 500 juta. Ini yang membuat pasar tertarik," imbuh Deputy Project Manager Citra Garden Gowa Ilham.
Segmen pasarnya adalah pasangan muda dan pembeli rumah pertama. Oleh karena itu, tipe rumah yang ditawarkan pun tidak terlalu besar, hanya 35/66 meter persegi di klaster Primera, Distrik Vintari Park.
Selain strategi harga, Ciputra juga menawarkan keringanan berupa uang muka yang bisa diakses hanya Rp 3,5 juta selama lima kali, dan subsidi provisi KPR satu persen.
CitraGarden Gowa dibangun di atas lahan seluas 27 hektar, dan telah terbangun 8 klaster residensial yakni Green Perilla, Orange Tangerine, Red Petunia, Yellow Celosia, Silver Cloves, Ivory Palm, Bronze Astelia, dan Golden Tulip yang merupakan pembangunan Tahap I.
Sementara kawasan komersial, yakni Ruko Flavour Walk Tahap 1 dan 2, sudah terserap seluruhnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.