Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada SSB, Pengembang Harap Bank Longgarkan Persyaratan Kredit

Kompas.com, 15 Mei 2020, 15:17 WIB
Putri Zakia Salsabila ,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyalurkan Subsidi Selisih Bunga (SSB) untuk mendorong pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Selain SSB, Pemerintah memberikan stimulus lainnya berupa Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) bagi MBR dengan total nilai Rp 1,5 triliun untuk membangun 175.000 rumah.

Meski dianggap angin segar, namun penyaluran SSB ini masih belum melegakan hati pengembang.

Mereka masih mempertanyakan bagaimana iktikad bank sebagai garda terdepan penyeleksi sasaran subsidi.

Ketua DPD REI Jatim Danny Wachid mengatakan, keadaan yang terjadi di tengah Covid-19 mengakibatkan banyak bank lebih selektif dalam proses penyaluran kredit subsidi.

"Pada saat pemerintah sudah memberikan subsidi dan kuota seperti ini, kami menyiapkan rumahnya, medatangkan konsumen, tetapi pada saat para konsumen menuju bank, mereka seringkali menolaknya karena syaratnya terlalu selektif," ungkap Danny menjawab Kompas.com, Jumat (15/5/2020).

Baca juga: Kadin, Apindo, dan REI Desak Pemerintah Perhatikan Sektor Properti

Danny menyebutkan, bank penyalur subsidi masih memilih para konsumen yang berpenghasilan tetap serta para ASN, TNI, dan Polri.

Sementara, peruntukan subsidi MBR dengan harga Rp 150 juta seharusnya untuk masyarakat yang benar-benar berpenghasilan rendah dan non-fixed income.

"ASN, TNI, dan Polri itu marketnya rumah Rp 200 juta-Rp 300 juta. Sedangkan rumah MBR seharga Rp 150 juta itu kecil, seharusnya memang diperuntukkan bagi masyarakat yang gajinya tidak tetap, UMKM, penjual siomay dan lain-lain," tutur Danny.

Menurut Danny, pemerintah perlu benar-benar hadir dan mengawasi perjalanan subsidi ini dari hulu ke hilir hingga diterima oleh pasar sasaran.

Karena kepemilikan rumah adalah sebuah tanggung jawab pemerintah kepada para rakyatnya.

Terlepas dari itu, dia berharap dengan penyaluran SSB ini bank juga ikut serta melonggarkan seleksi penerimaan kredit subsidi tersebut.

Baca juga: Saat Pandemi, Pengembang Properti Fokus Belanja Lahan

Senada dengan Danny, Ketua DPD REI Jabar Joko Suranto sangat menyambut baik penyaluran subsidi SSB. Pasalnya, saat ini para pengembang sedang berada pada masa-masa seret. 

Namun, keadaan yang seret ini bukan hanya karena Pandemi Covid-19, dan kurangnya kuota subisidi untuk MBR, juga karena persyaratan proses admnitrasi yang berbelit-belit.

Joko mengatakan, perbankan melakukan pengetatan persyaratan bagi penerima subsidi ini.

Mereka hanya memiliki para konsumen yang memiliki penghasilan tetap atau para konsumen yang bekerja di perusahaan yang tak terdampak Covid-19.

"Padahal filosofi rumah subsidi itu adalah untuk para konsumen di sektor informal. Tetapi saat ini, mereka yang berada di sektor informal malah terpinggirkan untuk mendapatkan fasilitas subsidi ini," ujarnya menjawab pertanyaan Kompas.com, Jumat (15/5/2020).

Terlepas dari itu, Joko tetap bersyukur atas penyaluran subsidi SSB ini, setidaknya hal ini dapat lebih mengondisikan pergerakan alur kas para pengembang. 

"Minimal ada tiga hal potensi masalah yang terselesaikan yakni kami dapat menghindari PHK, kebangkrutan, menopang pertumbuhan ekonomi, dan akses MBR mendapatkan rumah, asal bank melonggarkan persyaratannya," tutup Joko. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau