Mereka hanya memiliki para konsumen yang memiliki penghasilan tetap atau para konsumen yang bekerja di perusahaan yang tak terdampak Covid-19.
"Padahal filosofi rumah subsidi itu adalah untuk para konsumen di sektor informal. Tetapi saat ini, mereka yang berada di sektor informal malah terpinggirkan untuk mendapatkan fasilitas subsidi ini," ujarnya menjawab pertanyaan Kompas.com, Jumat (15/5/2020).
Terlepas dari itu, Joko tetap bersyukur atas penyaluran subsidi SSB ini, setidaknya hal ini dapat lebih mengondisikan pergerakan alur kas para pengembang.
"Minimal ada tiga hal potensi masalah yang terselesaikan yakni kami dapat menghindari PHK, kebangkrutan, menopang pertumbuhan ekonomi, dan akses MBR mendapatkan rumah, asal bank melonggarkan persyaratannya," tutup Joko.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.