"Alokasi semula dengan paket SYC tahun 2020 sebesar Rp 53 miliar, diubah menjadi paket MYC tahun 2020 sebesar Rp 35 miliar dan tahun 2021 sebesar Rp 18 miliar," ujar Muktar.
Sedangkan untuk Sabuk Merah di Sektor Barat di daerah Timur Tengah Utara (TTU) sepanjang 130,88 kilometer akan dilakukan penanganan apabila Jalan Sabuk Merah di Sektor Timur telah seluruhnya tersambung.
Jalan Sabuk Merah Perbatasan Indonesia-Timor Leste ini juga punya arti penting karena akan menjadi akses pendekat ke garis perbatasan sehingga bisa mempermudah pengawasan garis perbatasan di dua negara tersebut.
Jalur Sabuk Merah juga tidak hanya berfungsi untuk menghubungkan beberapa pos keamanan sepanjang PLBN Motaain dan PLBN Motamassin saja.
Namun, pembangunan di pinggir Indonesia ini pun mendukung perekonomian masyarakat setempat. Salah satu potensi ekonomi yang bisa didorong adalah sektor pariwisata.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.