Jack Ma Lansir 3 Buku Digital Pengembangan Rumah Sakit Covid-19

Kompas.com - 25/04/2020, 10:54 WIB
Dokter merawat pasien Covid-19 di Hubei, Tiongkok. news.abs-cbn.comDokter merawat pasien Covid-19 di Hubei, Tiongkok.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jack Ma dan Alibaba Foundation merilis tiga buku panduan baru yang berfokus pada kasus penanganan dan pengembangan Rumah Sakit Karantina, Rumah Sakit Darurat, dan Rumah Sakit Umum untuk mengatasi pandemi Covid-19 melalui platform Global MediXchange for Combating Covid-19 (GMCC).

Ketiga buku tersebut memberikan informasi seputar penanganan dan pencegahan pandemi virus Covid-19, serta meringankan beban sistem dan masalah kekurangan kapasitas bagi Rumah Sakit Rujukan. 

Terutama, bagi Rumah Sakit Umum yang memiliki beban berat untuk menangani lonjakan pasien dan mengerahkan tenaga medis ke wilayah-wilayah episentrum pandemi.

Hadirnya ketiga buku tersebut diharapkan dapat membantu Indonesia untuk menangani pandemi Covid-19.

Ketiga panduan tersebut tersedia dalam versi bahasa Inggris dan Mandarin yang dapat diunduh secara gratis di Global MediXchange for Combating Covid-19 (GMCC).

Dalam buku tersebut terdapat pengalaman dari Akademisi di Chinese Academy Engineering Profesor Wang Chen yang merupakan pencetus konsep Rumah Sakit Karantina di Hubei yang dikenal dengan nama Rumah Sakit Karantina Fangcang.

Panduan ini disusun berdasarkan pengalaman dan praktik-praktik terbaik dari konstruksi dan pengoperasian sejumlah rumah sakit tersebut, dengan mengedepankan lima fungsi utama.

Kelima fungsi tersebut, yakni, isolasi, triase, penanganan medis mendasar, pengawasan melekat dan rujukan cepat, serta ruang tinggal sementara dan interaksi sosial mendasar bagi pasien.

Keberadaan Rumah Sakit Karantina Fangcang berkontribusi besar untuk mengisolasi sumber infeksi dan memperluas kapasitas sistem kesehatan dalam waktu singkat yang hanya membutuhkan biaya minimal.

Baca juga: Jack Ma Rilis Buku Panduan Pencegahan Covid-19 versi Bahasa Indonesia

Hingga saat ini, dua dari tiga Rumah Sakit Karantina Fangchang telah menangani 3.663 pasien.

Buku digital tersebut juga memuat lima aspek penting yakni, penyusunan rencana, panduan merancang bangunan, renovasi konstruksi, model pengoperasian, dukungan logistik dan perlengkapan medis.

Disusun berdasarkan pengalaman dan keberhasilan tim Zall Foundation merekonstruksi fasilitas kesehatan profesional non-rujukan menjadi rumah sakit khusus Covid-19 dalam 2 hingga 5 hari pengerjaan dengan mengikuti standar medis yang tinggi.

Bahkan, diketahui dalam waktu 10 hari, 7 Rumah Sakit Darurat Covid-19 dengan total 4.583 bangsal berhasil dibangun.

Ketujuh rumah sakit tersebut menjadi tempat penampungan 2.833 pasien terduga (suspect) dan positif Covid-19 yang berhasil disembuhkan.

Buku digital ini juga berisi detail tentang panduan konstruksi, rancangan proyek, rekonstruksi, pengoperasian dan dukungan logistik untuk Rumah Sakit Darurat Covid-19.

Buku tersebut disusun oleh Second Affiliated Hospital of Zhejiang University School of Medicina yang telah berdiri selama 150 tahun dan telah menerima dan menskrining pasien dalam jumlah besar, mengirim tim medis ke wilayah-wilayah pandemi.

Panduan ini memuat cara-cara inovatif dan efisien pengelolaan rumah sakit di delapan bidang, diantaranya Sumber Daya Manusia (SDM), manajemen ruangan, hospital sense, prosedur medis, keamanan peralatan medis.

Kemudian, pusat informasi, metode pengelolaan gugus tugas pencegahan dan pengendalian pandemi di dalam rumah sakit bersama Pemerintah dan komunitas, serta instruksi detil pengalaman praktis anti-pandemi di Wuhan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X