Basuki Berharap Konstruksi SPAM Karian-Serpong Bisa Segera Dimulai

Kompas.com - 18/04/2020, 08:00 WIB
Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau progres Bendungan Karian di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (4/10/2017). Kompas.com / Dani PrabowoPresiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau progres Bendungan Karian di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (4/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berharap konstruksi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Karian-Serpong dapat segera dimulai.

Jika berlangsung lancar, kontrak SPAM Regional Karian-Serpong diharapkan dilakukan pada kuartal IV-2020.

Lalu pada tahun 2021, konstruksi SPAM bisa dimulai, sehingga pembangunan infrastruktur tersebut dapat diselesaikan pada 2022 atau 2023.

"Dengan banyaknya peserta market sounding, saya berharap segera bisa kita mulai lelangnya, sehingga bisa kita mulai pekerjaannya," kata Basuki saat konferensi video mengenai Market Sounding Proyek SPAM Regional Karian-Serpong, Jumat (17/4/2020).

Guna mendukung pasokan air minum di wilayah Jakarta bagian barat dan sekitarnya, Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan konstruksi Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten.

Basuki menuturkan, pembangunannya ditargetkan selesai pada tahun 2021. Dia berharap, jeda penyelesaian antara bendungan dan SPAM tidak berlangsung lama.

Baca juga: Pemerintah Ajak Swasta Garap SPAM Karian-Serpong Rp 2,21 Triliun

Dengan demikian, kedua infrastruktur tersebut bisa segera digunakan untuk menyuplai air ke DKI Jakarta, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

"Waduk selesai 2021, diisi setahun (tahun) 2022 bisa dimanfaatkan. Kita harus membuat jadwal supaya hasilnya lebih cepat dirasakan masyarakat," kata dia.

Basuki juga mengepresiasi progres pengerjaan proyek ini. Menurutnya, perencanaan proyek yang kini telah sampai pada tahap penjajakan minat pasar merupakan pencapaian yang luar biasa.

Ini karena air adalah benda sosial yang bernilai ekonomi. Dia mengatakan, air memiliki sensitivitas politik maupun sosial yang lebih tinggi karena tidak dapat disubstitusi dengan benda lain.

"Tinggal kita selesaikan, mungkin sudah sampai 60 persen ini pekerjaannya. Tinggal kita selesaikan sisanya," tutur dia.

Proyek SPAM Regional Karian-Serpong diprakarsai oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk, LG International, dan K-Water dengan nilai investasi sebesar Rp 2,21 triliun dengan konsesi 33 tahun.

Proyek tersebut terdiri dari konstruksi Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 4.600 liter per detik. Selain itu, ada pula pembangunan pipa transmisi sepanjang 25,2 kilometer.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X