Sepanjang 2019, IMPC Raup Pendapatan Rp 1,495 Triliun

Kompas.com - 06/04/2020, 17:35 WIB
Ilustrasi shutterstock.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), produsen dan distributor bahan bangunan, mampu meraup pendapatan senilai Rp 1,495 triliun dengan laba setelah pajak Rp 93,1 miliar.

Catatan pendapatan ini diperoleh sepanjang tahun 2019, dengan kinerja pada kuartal terakhir atau Kuartal IV sebesar Rp 453 miliar dan laba setelah pajak Rp 47,9 miliar.

Menurut Corporate Secretary IMPC Lenggana Linggawati menuturkan, dibandingkan pencapaian tahun 2018 dengan pendapatan Rp 1,395 triliun, dan laba setelah pajak Rp105 miliar, maka laba setelah pajak tahun 2019 menurun sebesar 12 persen.

Baca juga: Naik 7,2 Persen, Pendapatan Usaha Intiland Rp 2,7 Triliun

Namun apabila kerugian bisnis real estat dikeluarkan, bisnis utama bahan bangunan sebenarnya membukukan pertumbuhan laba sebesar 72 persen dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018.

"Memasuki tahun 2020, kami perkirakan kuartal pertama cukup baik dengan raihan pendapatan sekitar Rp 410 miliar," kata Lenggana dalam keterangannya kepada Kompas.com, Senin (6/4/2020).

Catatan Kuartal I-2020 ini, lanjut Lenggana, lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 351miliar, atau tumbuh 16 persen secara tahunan.

Hanya, krisis Covid-19 yang makin meluas di dunia, sangat memengaruhi perkiraan pendapatan perusahaan pada kuartal kedua. 

Hal ini karena IMPC memiliki entitas anak di beberapa negara seperti Vietnam, Malaysia, Australia, dan Selandia Baru.

Dengan adanya kebijakan karantina wilayah atau kerap disebut lockdown, pengiriman barang menjadi terhenti, akibatnya pabrik pun ditutup sementara.

Revisi target pendapatan

Dengan ketidakpastian ini, IMPC akan merevisi target pendapatan dengan lebih konservatif menjadi sekitar Rp 1,600 triliun hingga Rp 1,695 triliun.

"Kami percaya bahwa operasi entitas anak di Australia dan Selandia Baru akan segera pulih dibandingkan dengan entitas anak di ASEAN," imbuh Leggana.

Sementara untuk operasional di Indonesia, IMPC mengharapkan kembali normal mulai semester kedua 2020.

Menurut Lenggana, IMPC akan terus berusaha keras untuk mengejar ketinggalan dengan peluncuran produk baru pada awal tahun ini.

Produk baru tersebut antara lain Pipa Alderon uPVC, fittings dan talang, serta Aquatuff pelapis anti air.

"Kami akan terus memanfaatkan merek-merek ternama, serta jaringan distribusi untuk mendorong volume penjualan sambil menjaga biaya operasi yang rendah dan menegosiasikan harga bahan baku yang terbaik dari situasi perlambatan ekonomi dunia," tuntas Lenggana.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tarif Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang Naik 17 Januari 2021

Tarif Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang Naik 17 Januari 2021

Berita
Intip, Strategi Adhi Commuter Properti Kejar Rp 1,3 Triliun di Tengah Pandemi

Intip, Strategi Adhi Commuter Properti Kejar Rp 1,3 Triliun di Tengah Pandemi

Berita
Sektor Properti Bangkit jika Pertumbuhan Ekonomi di Atas 4,8 Persen

Sektor Properti Bangkit jika Pertumbuhan Ekonomi di Atas 4,8 Persen

Berita
Terkendala Covid, Sertifikasi Tanah di Seluruh Indonesia Tak Penuhi Target

Terkendala Covid, Sertifikasi Tanah di Seluruh Indonesia Tak Penuhi Target

Berita
Tarif Tol JORR Naik hingga Rp 1.500, Minggu 17 Januari Resmi Berlaku

Tarif Tol JORR Naik hingga Rp 1.500, Minggu 17 Januari Resmi Berlaku

Berita
Ditjen Bina Marga Kirim Alat Berat, Buka Jalur Evakuasi Korban Gempa Majene

Ditjen Bina Marga Kirim Alat Berat, Buka Jalur Evakuasi Korban Gempa Majene

Berita
Tanggap Bencana Gempa Majene, Ditjen Cipta Karya Fasilitasi Air Bersih dan Toilet Umum

Tanggap Bencana Gempa Majene, Ditjen Cipta Karya Fasilitasi Air Bersih dan Toilet Umum

Berita
Tarif Baru Tol Cipularang dan Padaleunyi Berlaku 17 Januari, Ini Rinciannya

Tarif Baru Tol Cipularang dan Padaleunyi Berlaku 17 Januari, Ini Rinciannya

Berita
Siap-siap, Tarif Tol JORR-S dan Akses Tanjung Priok Juga Naik

Siap-siap, Tarif Tol JORR-S dan Akses Tanjung Priok Juga Naik

Berita
Jokowi Ungkap Alasan Kementerian PUPR Dapat Anggaran Terbesar Tahun 2021

Jokowi Ungkap Alasan Kementerian PUPR Dapat Anggaran Terbesar Tahun 2021

Berita
Menengok Rumah Ramah Lingkungan di Desa Terapung Amsterdam

Menengok Rumah Ramah Lingkungan di Desa Terapung Amsterdam

Arsitektur
Perkiraan Serapan Anggaran Kementerian PUPR Akhir Januari Rp 14,8 Triliun

Perkiraan Serapan Anggaran Kementerian PUPR Akhir Januari Rp 14,8 Triliun

Berita
Jumat Ini, 982 Paket Pekerjaan Infrastruktur Rp 12,5 Triliun Diteken

Jumat Ini, 982 Paket Pekerjaan Infrastruktur Rp 12,5 Triliun Diteken

Berita
[POPULER PROPERTI] Minggu 17 Januari, Tarif Integrasi Tol Japek dan Tol Layang Resmi Berlaku

[POPULER PROPERTI] Minggu 17 Januari, Tarif Integrasi Tol Japek dan Tol Layang Resmi Berlaku

Berita
Kantongi Rp 520 Miliar dalam 6 Bulan, Cipta Harmoni Rilis Klaster Kedua The Sanctuary Collection

Kantongi Rp 520 Miliar dalam 6 Bulan, Cipta Harmoni Rilis Klaster Kedua The Sanctuary Collection

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X