Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Djoko Setijowarno
Pengamat Transportasi

Dikenal sebagai pengamat transportasi, Djoko merupakan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat. Selain itu, Djoko juga tercatat sebagai anggota Tim Gugus Tugas Proyek Pengembangan dan Pembaruan Bahan Ajar Mata Kuliah Jalan Rel.

Kelahiran Pangkal Pinang 15 Mei 1964 ini lulus dari Fakultas Teknik Sipil Universitas Diponegoro (Undip) pada 1990, dan menyelesaikan Magister Teknik Program Rekayasa Transportasi Jurusan Teknik Sipil Pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1998. 

Dia juga telah menempuh pendidikan informal pada Civil Society and Public Awareness in Combatting Corruption, Institute of Social Studies The Hague (IHS) Netherland, September- Oktober 2005.

Di Tengah Pandemi Corona, Transportasi Publik Harus Tersedia

Kompas.com, 19 Maret 2020, 12:37 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

"Jaga kebersihan diri, jaga jarak kerumunan, dan jaga kesehatan". (David Tjahjana, 2020).

KEBIJAKAN lockdown merupakan pertaruhan antara keselamatan ekonomi dan keselamatan manusia.

Dengan kondisi geografis Indonesia, agak sulit dilaksanakan. Dampaknya akan sangat besar sekali, pasokan logistik terutama pangan dan obat-obatan.

Kemudian pertimbangan daya beli masyarakat yang sedang libur kerja, terutama para pekerja informal, seperti pekerja pabrik, pekerja bangunan konstruksi dan borongan, pedagang kaki lima, serta lainnya.

Belum lagi ada risiko aksi borong kebutuhan sehari-hari oleh orang berduit alias kaya.

Pilihan social distancing dan prevent close contact, yakni menjaga jarak interaksi lebih memungkinkan dilakukan.

Guna menangkal sebaran virus Corona, pemerintah telah menerbitkan lima protokol penanganan, yaitu Protokol di Area dan Transportasi Publik, Protokol Kesehatan, Protokol Komunikasi, Protokol Pengawasan Perbatasan, dan Protokol Area Pendidikan.

Transportasi publik negara lain

Setiap negara memiliki kebijakan berbeda dalam hal pemenuhan layanan transportasi umum yang terkait Covid-19.

Ada yang mengurangi layanan jam operasi, menutup operasional, tidak mengalami perubahan jam operasi, membatasi lansia menggunakan transportasi umum.

Berikut kebijakan dari beberapa negara terkait Covid-19:

Washington (AS)

Metrorail, Hari Senin-Jumat: kereta beroperasi setiap 12 menit di setiap jalur sepanjang hari. Sistem kereta mempertahankan jam normal, buka mulai pukul 05.00 pagi.

Hari Sabtu, kereta akan beroperasi setiap 12 menit di setiap jalur, dengan layanan dari jam 07.00 pagi hingga jam 01.00 pagi (layanan Sabtu normal).

Hari Minggu kereta akan beroperasi setiap 15 menit di setiap jalur dengan layanan dari pukul 08.00 pagi hingga 11.00 malam (layanan Minggu normal).

Metrobus, layanan bus pada hari kerja disamakan dengan operasi pada jadwal tambahan hari sabtu. Jadwal bus akhir pekan tidak berubah.

Selain itu dilakukan disinfektan kereta dan bus, termasuk penggunaan kabut elektrostastik setiap minggu di seluruh armada metro yang terdiri dari 1.200 kereta dan 1.500 bus.

Proses elektrostastik mencakup permukaan yang tidak dapat diakses dari dalam kendaraan seperti saluran udara dan kompartemen.

Layanan MetroAccess akan terus beroperasi pada jam yang sama dengan layanan kereta dan bus.

Pihak Metro terus menekankan bahwa pelanggan tidak boleh menggunakan MetroAccess untuk melakukan perjalanan jika menunjukkan tanda-tanda sakit demi keselamatan penumpang dan karyawan.

Pengoperasian sistem rel akan bergantian antara dua pusat kontrol, yang memungkinkan penghentian waktu untuk desinfeksi seluruh alat (papan ketik, headset, mikrofon, layar, dan peralatan penting lainnya di pusat kendali).

New Jersey (AS)

Layanan NJ Transit yang terdiri dari rail, bus, light rail, dan access link tetap menyediakan layanan terhadap masyarakat dan menjalankan layanan hari kerja reguler sesuai ketentuan.

NJ Transit meningkatkan prosedur pembersihan dan desinfektan di area pegangan tangan, sandaran lengan, area tempat duduk dan toilet.

Sesuai dengan anjuran pemerintah setempat, setiap angkutan publik akan didesinfektan setiap 72 jam.

Jerman

Transportasi publik di Jerman tidak mengalami perubahan jadwal terkait adanya pandemi covid-19. Hanya sekolah-sekolah ditutup.

Perusahaan taksi di Jerman memberikan diskon tinggi ke penumpang yang memiliki kartu pass bulanan dan tahunan publik transit, karena jumlah penumpang taksi sudah menurun hingga 40 persen akibat Covid-19.

Pemerintah menerapkan aturan kereta jarak jauh harus didesinfektan tiap dua jam sekali.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau