Kasur Busa Palsu Gerus Pasar Vita dan Inoac 40 Persen

Kompas.com - 20/02/2020, 09:00 WIB
Kasur busa palsu yang beredar di pasaran telah menggerus potensi pasar Inoac, Vita dan Mattress sekitar 40 persen. Dokumentasi InoacKasur busa palsu yang beredar di pasaran telah menggerus potensi pasar Inoac, Vita dan Mattress sekitar 40 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Tri Sukses Jaya selaku distributor kasur busa Mattress Plus, Vita, dan Inoac mengaku dirugikan dengan peredaran kasur busa palsu yang makin marak di pasaran.

Kehadiran kasur busa imitasi itu telah menggerus potensi pasar yang selama ini digarap Tri Sukses Jaya hingga lebih dari 40 persen.

Karenanya, PT Tri Sukses Jaya dan PT Inoac Polytechno Indonesia selaku produsen Inoac bekerja sama dengan aparat keamanan memerangi peredaran kasur busa palsu.

Langkah pertama secara persuasif sudah dilakukan dengan mendatangi para pelaku pemalsuan, selanjutnya kedua perusahaan tersebut akan menempuh jalur hukum.

PT Tri Sukses Jaya dan PT Inoac Polytechno Indonesia sudah membentuk tim pengacara dan akan melakukan proses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: 3 Jurus Ciptakan Interior Rumah Wabi-Sabi

Direktur Utama PT Tri Sukses Jaya Arif Sukandi menuturkan, langkah hukum ditempuh karena peredaran kasur busa palsu sangat merugikan. Tidak hanya bagi perusahaan distribusi dan produsen, juga masyarakat sebagai konsumen.

"Masyarakat konsumen seolah-olah diuntungkan dengan kasur busa palsu karena harganya lebih murah. Namun, sejatinya para pemalsu ini tengah menyalakan bom waktu,” tegas Arif dalam keterangannya kepada Kompas.com, Rabu (19/2/2020).

Salah satu kerugian akibat membeli kasur palsu, adalah biaya besar yang harus dikeluarkan oleh konsumen.

Hal ini karena kualitas barang palsu tersebut dinilai jauh lebih rendah dibawah standar pabrikan PT Inoac Polytechno Indonesia. 

Akibatnya, konsumen akan mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk membeli barang yang sama karena masa pakainya lebih pendek.

“Jadi, meski saat ini membeli murah tetapi sesungguhnya harga itu menjadi mahal karena kasur lebih cepat rusak,” imbuh Arif.

Sementara itu Plant Manager PT Inoac Polytechno Indonesia Iwant Suprijanto mengatakan selama ini banyak kerugian akibat peredaran barang palsu.

Bahkan, menurutnya, pemerintah ikut menjadi korban karena kehilangan potensi pendapatan negara dari pajak maupun penerimaan lainnya.

Menurut Iwant, produsen barang palsu sudah dipastikan tidak membayar pajak. Karenanya, mereka bisa menjual kasur dengan harga jauh lebih murah dibanding produk Inoac dan Vita.

“Oleh sebab itu, PT Inoac Polytechno Indonesia telah menyiapkan (pengacara) dan bekerja sama dengan aparat keamanan siap memerangi pelaku pemalsuan," cetus dia.

Arif memprediksi, bila peredaran barang palsu berhasil diberantas maka pasar Inoac dan Vita akan mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya.

Permintaan kasur busa sejak tiga tahun lalu hingga sekarang terus meningkat, pada 2018-2019, misalnya, masing-masing mengalami kenaikan sebesar 47 persen dan 20 persen.

Tahun ini, permintaan juga diperkirakan mengalami pertumbuhan 30 pesren. Saat ini, produk Vita, Mattress Plus, dan Inoac menguasai 82 persen pasar matras Jabodetabek serta beberapa wilayah lain di Jawa Barat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X