Basuki Resmikan Infrastruktur Pertama di Indonesia yang Dibiayai Dana CSR

Kompas.com - 08/02/2020, 16:28 WIB
Satu Jembatan Kanal Antang dan tiga overpass di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan diresmikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sabtu, (8/2/2020). Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRSatu Jembatan Kanal Antang dan tiga overpass di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan diresmikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sabtu, (8/2/2020).

Arifin mengatakan, selama ini pembangunan prasarana jalan dan jembatan selalu dikerjakan oleh Penerintah baik pusat maupun daerah. 

Inisiatif dan partisipasi empat perusahaan swasta dalam membangun infrastruktur bisa mendorong perusahaan lain melakukan hal serupa.

Untuk itu, Arifin meminta masyarakat Kabupaten Tapin tidak memersulit pengadaan tanah demi mendukung program pembangunan infrastruktur demi percepatan pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Mewakili empat perusahaan terkait, Direktur Utama PT Antang Gunung Meratus Dudi Imam Hidayat menambahkan, Jembatan Kanal Antang dan tiga  overpass  ini menghubungkan hati para pengusaha dan masyarakat.

"Sejak 2016 kami bersama BPJN XI membahas pembangunan jembatan ini. Setelah diresmikan, pengelolaan akan diserahkan ke pemerintah kabupaten Tapin," kata Dudi.

Prasarana Vital

Prasarana infrastruktur jalan dan jembatan sungai dalam aktivitas industri pertambangan sangatlah vital bagi distribusi hasil pertambangan tersebut.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan, distribusi barang tersebut harus menggunakan jalan khusus. Jalan khusus dalam aktivitas industri batubarad dengan istilah haulingroad.

Pembangunan tiga overpass dan Jembatan Kali Antang didasari adanya persimpangan sebidang dengan hauling road milik beberapa perusahaan pertambangan batubara.

Persimpangan tersebut di antaranya KM Bjm 46+950 PT Talenta Bumi, Km Bjm 54+050 PT Binuang Mitra Bersama, dan Km Bjm 60+027 PT Hasnur International.

Sedangkan Km Bjm 61+900 terdapat pelebaran penampang sungai menjadi kanal untuk perlitantasan kapal tongkang batubara PT Antang Gunung Meratus.

Kondisi ini membuat aktivitas di jalan nasional Marabahan-Margasari terganggu dan rawan kecelakaan.

Untuk mengembalikan fungsi jalan nasional sebagaimana mestinya, dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) CSR pembangunan Overpass dan Jembatanuntuk menghilangkan perlintasan sebidang tersebut.

Perjanjian yang dilaksanakan sejak tahun 2017 ini menelan total biaya sekitar Rp 189 miliar dengan total panjang 1.507,84 meter.

Rinciannya overpass PT Talenta Bumi sepanjang 393,34 meter, overpass PT Binuang Mitra Bersama sepanjang 364,51 meter, overpass PT Hasnur Jaya International sepanjang 357,12 meter, dan Jembatan Kanal Antang PT Antang Gunung Meratus sepanjang 392,868 meter.

 

 

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X