Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proyek Rumah Sakit Corona Dikebut, Siaran Langsungnya Raup Jutaan Penonton

Kompas.com, 30 Januari 2020, 06:30 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

KOMPAS.com - Demi mengejar target operasional pada tanggal 3 dan 5 Februari 2020, pembangunan Rumah Sakit Khusus Pasien Corona Leishenshan dan Huoshenshan di Wuhan, Provinsi Hubei, China, terus dikebut.

Hal ini menyusul meningkatnya angka kematian dan korban terinfeksi yang tercatat 132 korban meninggal dunia, dan 6.056 terkonfirmasi kena virus corona di seluruh China.

Rumah Sakit Khusus Pasien Corona Leishenshan dan Huoshensan adalah bagian dari upaya pihak Pemerintah China untuk melokalisasi virus corona, termasuk menutup akses di lebih dari selusin kota di Provinsi Hubei.

Baca juga: Kabar Bangunan Pertama Rumah Sakit Corona Wuhan Dianggap HOAKS

Digenjotnya pembangunan kedua rumah sakit dengan kapasitas total 2.300 tempat tidur tersebut menjadi perhatian dunia.

Jutaan orang menyaksikan langsung proses konstruksi rumah sakit ini, mengalahkan program selebritis mana pun tahun ini.

South China Morning Post melaporkan, televisi pemerintah China, CCTV, yang menyiarkan secara langsung proses pembangunan kedua rumah sakit tersebut, meraup 18 juta penonton, pada Selasa (27/1/2020).

Bandingkan dengan 27,3 juta pemirsa yang menyaksikan secara langsung parade militer Hari Nasional di Tencent Video, sebuah ekstravaganza yang direncanakan dan diatur oleh Tentara Pembebasan Rakyat.

Terang saja, hal ini menstimulasi warganet untuk memberikan pujian sekaligus kritik terhadap proyek konstruksi kedua rumah sakit tersebut.

 Baca juga: [REAL TIME - LIVE] - Pantau Sebaran Virus Corona di Sini

Namun, sebagian besar komentar warganet menunjukkan empati tinggi terhadap Wuhan.

“Kami bersamamu, Wuhan! Bertahanlah di sana, semuanya akan lebih baik!," tulis warganet dari Guizhou, China Selatan.

Kota-kota lain, termasuk Zhengzhou di Provinsi Henan tengah dan Dongguan di Provinsi Guangdong Selatan, juga bergegas membangun rumah sakit sementara.

Berikut video proses konstruksi rumah sakit khusus pasien corona di Wuhan:


Ahli penyakit menular dari Universitas Peking, Profesor Xu Xiaoyuan mengatakan, kedua rumah sakit di Wuhan itu akan memainkan peran penting dalam mengekang epidemi di seluruh China.

Xiaoyuan dikenal sebagai orang yang berperan besar dalam menangani kasus severe acute respiratory syndrome (SARS), atau sindrom pernafasan akut pada tahun 2003.

Baca juga: Hari Keempat, Begini Progres Konstruksi Rumah Sakit Corona Wuhan

“Dari pengalaman SARS, rumah sakit seperti itu dapat secara efektif merawat pasien dan sangat membantu mengurangi tingkat kematian. Rumah sakit khusus seperti itu sangat penting dalam mengobati kasus yang parah," tutur Xiaoyuan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau